Sunday, May 19, 2024

Pupuk Organik Perbaiki Testur Tanah dan Tingkatkan Lahan Miskin Hara

Rekomendasi
- Advertisement -

Trubus.id—Jumlah pupuk organik meningkat seiring tren pertanian organik. Pekebun sayuran organik memanfaatkan pupuk organik sebagai sumber hara bagi tanaman.

Selain itu pupuk yang berasal dari perombakan bahan-bahan organik itu mampu memperbaiki tekstur tanah. Kemampuan itu tidak dimiliki oleh pupuk kimia.

Pupuk dibagi 2 golongan. Pupuk untuk masa pertumbuhan atau vegetatif dan perkembangan alias generatif. Pembedanya adalah komposisi unsur hara di dalamnya. Pada masa vegetatif tanaman lebih banyak membutuhkan nitrogen, maka pilihlah pupuk organik dengan kandungan nitrogen tinggi.

Pada fase generatif tanaman perlu sumbangan fosfor dan kalium lebih banyak. Sayangnya, kandungan nitrogen dan kalium pupuk organik sangat rendah. Pupuk guano, misalnya, hanya mengandung 19% fosfor pentaoksida.

Menurut dosen Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya, Dr. Toto Himawan, ciri pupuk organik yang baik adalah berkadar karbon organik tinggi. “Minimal 12%,” kata Toto.

Sedangan unsur lain, seperti nitrogen usahakan rendah, di bawah 20%. Karbon organik berperan sebagai sumber energi bagi bakteri perombak, seperti nitrobakter.

Bakteri perombak menguraikan unsur hara dalam tanah sehingga bisa dimanfaatkan oleh tanaman. Contohnya, tanah di Pulau Jawa yang jenuh fosfor sehingga tanaman tak dapat memanfaatkannya. Oleh karena itu tanah membutuhkan bakteri pengurai untuk merombak unsur fosfor itu supaya bisa dimanfaatkan oleh tanaman.

Kandungan nitrogen dan kalium pupuk organik memang rendah, tetapi ia mempunyai karbon. Karbon dalam pupuk organik berfungsi sebagai “pakan” bakteri yang tersedia dalam tanah. Itulah sebabnya dengan penggunaan pupuk organik selama 5 tahun, jumlah unsur hara lain dalam tanah seperti nitrogen dan kalium sudah memadai.

Nitrogen dan kalium sebetulnya tersedia dalam tanah. Namun, karena belum ada yang mengurai, maka tanaman pun tak mampu memanfaatkannya. Namun, dengan penambahan pupuk organik berarti memberikan bakteri pengurai makanan.

Bakteri itu, misalnya nitrobakter, mengikat dan mengubah nitrogen menjadi amonium. Amonium itulah yang menjadi sumber nitrogen dan fosfor bagi tanaman.

Peneliti pupuk organik dari Universitas Padjadjaran, Prof. Ir. Tualar Simarmata, M.S., mengatakan lahan miskin hara harus ditingkatkan kandungan bahan organik.

“Bahan organik merupakan kunci penentu kualitas tanah,” ujar doktor lulusan Justus Liebig University, Jerman, itu. Dengan penambahan pupuk organik kebutuhan bahan organik lahan terpenuhi.

- Advertisement -spot_img
Artikel Terbaru

Tiga Pilihan Mengolah Biji Ketumbar Praktis  

Trubus.id–Ketumbar berpotensi sebagai penurun gula darah. Hal itu sesuai peneliti di Laboratorium Farmakologi dan Toksikologi, Fakultas Farmasi Universitas Gadjah...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img