Thursday, February 26, 2026

PUTRI Petani MAJU: Gerakan Perempuan Tani Menuju Ketahanan Pangan Nasional

Rekomendasi
- Advertisement -

Kabupaten Batang, Provinsi Jawa Tengah, menjadi saksi lahirnya Komunitas PUTRI (Perempuan Tani Syngenta Raih Impian) Petani MAJU pada 10 Februari 2026. Peluncuran yang digagas oleh Syngenta Indonesia itu dihadiri 450 petani perempuan, pejabat pemerintah setempat, jajaran manajemen, hingga Presiden Syngenta Crop Protection, Steve Hawkins, bersama para pemimpin regional Syngenta.

Peluncuran komunitas ditandai dengan pembacaan deklarasi oleh tiga perwakilan petani perempuan serta prosesi gejog lesung. Tradisi itu melambangkan gotong royong, kebersamaan, kerja keras, kesabaran, dan harapan akan kehidupan berkelanjutan—nilai-nilai yang menjadi fondasi PUTRI Petani MAJU.

Komunitas ini dirancang sebagai payung bagi berbagai inisiatif yang berkaitan dengan perempuan di sektor pertanian. Tujuannya jelas yitu memperkuat peran para pahlawan perempuan yang mengabdi di bidang pertanian sekaligus menghidupkan visi Petani MAJU.

Akses Terbatas, Produktivitas Terhambat

Di lapangan, perempuan memegang peran penting mulai dari menanam hingga mengolah hasil panen. Namun, hanya 10—20% yang memiliki akses memadai terhadap input pertanian, teknologi, keuangan, pengetahuan, dan pasar. Keterbatasan akses ini berdampak langsung pada produktivitas.

Organisasi Pangan dan Pertanian Dunia atau Food and Agriculture Organization (FAO) memperkirakan hasil panen dapat meningkat hingga 30% jika petani perempuan memperoleh akses yang setara terhadap teknologi dan sumber daya. Angka itu tentu signifikan dalam mendukung program ketahanan pangan pemerintah.

Tak hanya soal akses, persoalan kesenjangan upah juga masih menjadi pekerjaan rumah. Di beberapa daerah, buruh tani perempuan masih dibayar lebih rendah dibandingkan buruh tani laki-laki untuk jenis pekerjaan dan jam kerja yang sama. Ketimpangan ini berpengaruh terhadap tingkat kesejahteraan petani perempuan.

Kolaborasi untuk Pertanian yang Inklusif

Kondisi tersebut menuntut upaya bersama dan kolaborasi multipihak yang berkelanjutan antara pemerintah, swasta, dan komunitas. Sebagai perusahaan yang bergerak di bidang inovasi pertanian, Syngenta berupaya meningkatkan kesejahteraan petani kecil sekaligus mendorong terwujudnya pertanian yang lebih inklusif.

Melalui PUTRI Petani MAJU, Syngenta berkomitmen mendukung pemberdayaan petani perempuan untuk meningkatkan produktivitas dan keberlanjutan sistem pertanian di Indonesia. Harapannya, gerakan ini mampu membawa perubahan besar dalam swasembada dan ketahanan pangan nasional.

“PUTRI Petani MAJU hadir sebagai wadah pemberdayaan yang akan menjadi katalisator transformasi sektor pertanian Indonesia. Komunitas ini menekankan peran strategis perempuan yang tangguh, konsisten, dan berdampak dalam pertanian. Ketika kita melatih satu perempuan, kita memberdayakan satu keluarga. Ketika kita memberdayakan #PUTRIPETANIMAJU, kita memberdayakan satu bangsa Indonesia,” ujar Presiden Direktur Syngenta Indonesia, Eryanto.

Momentum peluncuran PUTRI Petani MAJU juga bertepatan dengan penetapan tahun 2026 sebagai Tahun Internasional Petani Perempuan (International Year of the Woman Farmer/IYWF) oleh FAO. Penetapan itu menegaskan pengakuan global terhadap peran vital perempuan dalam pertanian, ketahanan pangan, dan gizi.

Sambutan Hangat dari Petani Perempuan

Kehadiran komunitas ini disambut positif oleh para petani perempuan. “Kami mengapresiasi upaya Syngenta dalam memberdayakan petani perempuan. Petani perempuan tidak boleh minder karena kita istimewa dan luar biasa. Petani perempuan bukan hanya tiang ketahanan pangan untuk keluarga tetapi juga untuk bangsa,” ungkap perwakilan petani perempuan yang hadir dalam acara peluncuran PUTRI Petani MAJU, Annisa.

Data tahun 2025 mencatat jumlah petani perempuan di Indonesia mencapai 4,2 juta orang. Mereka berperan aktif dari hulu hingga hilir. Mulai dari pemilihan benih, budidaya, hingga panen dan pengolahan hasil. Peran besar itulah yang kini diperkuat melalui Komunitas PUTRI Petani MAJU—sebuah langkah nyata menuju pertanian yang lebih setara, produktif, dan berkelanjutan.


Artikel Terbaru

Daun Sukun untuk Kesehatan: Bukti Ilmiah Khasiatnya bagi Ginjal, Hati, dan Penyakit Degeneratif

Daun sukun (Artocarpus altilis) kian mendapat perhatian sebagai herbal pendukung kesehatan. Secara tradisional, daun kerabat nangka itu dimanfaatkan untuk...

More Articles Like This