Wednesday, January 28, 2026

Rangkaian Unik Terbaik

Rekomendasi
- Advertisement -

Rangkaian bunga unik jadi daya tarik.

Rangkaian penghias kepala berbentuk burung cenderawasih karya I  Dewa Putu Ditia Permana Putra.
Rangkaian penghias kepala berbentuk burung cenderawasih karya I Dewa Putu Ditia Permana Putra.

Di tangan I Dewa Putu Ditia Permana Putra lembaran kulit kayu alias fuya dan serat daun nanas alias sisal berubah menjadi burung cenderawasih yang elok. Ditia memanfaatkan fuya untuk menyusun bagian kepala, leher, dan sayap burung. Sementara bagian ekor terbuat dari sisal. Pria berusia 22 tahun itu sengaja mengurangi porsi bunga pada rangkaian.

Rangkaian berbentuk topi ti’i langga karya Lily Sastra.
Rangkaian berbentuk topi ti’i langga karya Lily Sastra.

Kumpulan bunga hanya berfungsi sebagai hiasan di punggung burung. Ditia menciptakan rangkaian bunga berbentuk burung cenderawasih pada lomba yang berlangsung di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan pada Mei 2016. Para juri yang terdiri atas Novembriati Semeru, Nancy, dan Herliana S. Wiharsa mengganjar kreasi Ditia sebagai rangkaian terbaik.

Topi rote
I Dewa Putu Ditia Permana Putra memperoleh nilai tertinggi pada lomba yang diikuti oleh 13 perangkai bunga. Penyelenggara lomba Ikatan Perangkai Bunga Indonesia (IPBI) cabang Jakarta Selatan. Novembriati Semeru menuturkan, penilaian rangkaian meliputi kreativitas, kerapian, pemilihan materi, dan kemudahan untuk dipakai. “Hiasan kepala milik Ditia unggul dari segi kemudahan pemakaian alias wearability,” ujar Novembriati.

Caping yang terbuat dari ribuan korek api karya Naqum.
Caping yang terbuat dari ribuan korek api karya Naqum.

Keistimewaan lain, rangkaian tampak begitu menarik sebab berpenampilan unik. Siapa pun yang melihat pasti tertarik pada rangkaian karya pria asal Bali itu. Rangkaian lain kreasi Lily Sastra, peserta dari Kota Tangerang Selatan, Provinsi Banten, pun tak kalah unik. Sebab Lily membuat topi ti’i langga dari tali purun Eleocharis dulcis. Topi khas Pulau Rote, Provinsi Nusa Tenggara Timur, itu lazimnya terbuat dari daun lontar Borassus flabilifer.

Ia merajut purun sedemikian rupa hingga menyerupai bentuk topi tradisional yang sosoknya mirip topi sombrero asal Meksiko itu. Selanjutnya ia menghias bagian atas topi dengan janggut musa Tillandsia usneoides, asparagus laut, anggrek dendrobium, puring dolar, dan anyaman daun lili paris. Juri mengganjar kreasi Lily sebagai peringkat kedua dengan selisih nilai sangat tipis.

Tas unik dari serutan kulit kayu.
Tas unik dari serutan kulit kayu.

Dalam acara yang berlangsung di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan itu, panitia juga menggelar demo merangkai buket pengantin oleh maestro bunga, Andy Djati Utomo SSn, AIFD, CFD. Di hadapan puluhan peserta, Andy membuktikan bahwa dunia merangkai bunga sangat mengasyikkan.

Jerami padi
Materi rangkaian yang digunakan pun tak melulu bunga. Ia menggunakan materi tak biasa seperti kulit kayu, ranting, rotan, bahkan lidi. Meski porsi bunga menyusut, keindahan buket rancangan Andy tidak berkurang. Malahan ia berani menggunakan tali jerami sebagai materi utama penyusun buket. Ia menata ratusan tali jerami padi kering hingga serupa tameng.

Buket bunga nyentrik dari cotton bud.
Buket bunga nyentrik dari cotton bud.

Untuk menciptakan kesan cantik, Andy menempelkan bunga berupa kalalili, anggrek vanda, dan phalaenopsis di bagian tengah buket. Ketua Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Perangkai Bunga Indonesia (DPP IPBI) itu juga mampu menyulap cotton bud menjadi buket bunga yang nyentrik. Kreasinya itu tentu saja mengundang decak kagum para peserta demonstrasi.

Buket bunga dari kumpulan jerami karya Andy Djati Utomo.
Buket bunga dari kumpulan jerami karya Andy Djati Utomo.

Andy juga berkreasi dengan serutan kayu, kulit buah mahoni, dan daun skeleton kering untuk membuat buket-buket unik. Pada buket berbahan serutan kayu, Andy memilih kertas karton sebagai rangka. Ia membentuk karton itu serupa keranjang lalu melapisinya dengan fuya. Kemudian, ia menempelkan satu per satu serutan kayu di atasnya.

Sementara pada bagian dalam keranjang, ia mengisinya dengan daun galaks, bunga kraspedia kuning, mawar mini, dan rudbeckia. Sepanjang acara Andy sukses memanjakan mata peserta dengan menampilkan 20 buket menawan. Pria berkacamata itu menambahkan tillandsia dan mawar sebagai pelengkap buket.

Anies Baswedan PhD (berkemeja batik) berfoto bersama Andy Djati Utomo SSn, AIFD, CFD (berkemeja hitam), dan tim IPBI cabang Jakarta Selatan.
Anies Baswedan PhD (berkemeja batik) berfoto bersama Andy Djati Utomo SSn, AIFD, CFD (berkemeja hitam), dan tim IPBI cabang Jakarta Selatan.

Acara semakin semarak dengan hadirnya sejumlah tokoh bangsa seperti Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Anies Baswedan PhD, ketua umum yayasan Warna Warni Indonesia (Krisnina Akbar Tanjung), dan musikus senior (Titiek Puspa). Anies Baswedan menuturkan anak bangsa harus memiliki kemampuan meneruskan dan mengembangkan kebudayaan bangsa. Sebab jika hanya meneruskan kebudayaan justru mandek. (Andari Titisari)

Artikel Terbaru

Madu Herbal Rahasia Bugar Setiap Saat

Bagi sebagian besar orang termasuk Dede Rizky Permana, pandemi Covid-19 merupakan masa penuh kecemasan. Meski begitu ada kebiasaan kecil...

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img