Sunday, January 25, 2026

Ratu Daun Kampiun

Rekomendasi
- Advertisement -

Sebanyak 250 anthurium bersaing elok di kontes nasional. Juara umum lomba meraih sepeda motor.

Sosok anthurium jenmanii di pot cokelat itu amat elok. Daunnya tebal, bergelombang, dengan tulang-tulang kekar, dan amat sehat. Keelokan anthurium koleksi Dedy Suhendra itu mencuri perhatian para juri kontes. Setelah bersaing dengan 30 anthurium lain di kelas utama hijau, juri menobatkan anthurium di nomor pot 144 itu menjadi yang terbaik. Dua anthurium lain koleksi Dedy, di kelas utama itu menjadi juara ke-2 dan juara ke-3.

Kontes anthurium nasional di Kota Depok, Jawa Barat. Sebanyak 250 peserta dari berbagai daerah beradu elok.

Dedy menyapu bersih gelar di kelas utama hijau. Di kelas prospek hijau, anthurium koleksi Dedy juga menjadi yang terbaik setelah menyisihkan 50 peserta lain. Tujuh anthurium koleksi Dedy menyabet juara—terdiri atas 2 anturium sebagai juara pertama, 3 tanaman sebagai juara kedua, dan 2 tanaman sebagai juara ketiga. Raihan prestasi itu, menjadikan Dedy sebagai kolektor juara terbanyak pada kontes nasional di Sawangan, Kota Depok, Jawa Barat, 30 September 2018. Panitia mengganjar dengan sepeda motor.

Sepuluh besar

Juri kontes, Ujud Rofianto mengatakan, anthurium jenmanii koleksi Dedy tampil prima. “Luar biasa” kata juri asal Kota Malang, Jawa Timur, itu. Dedy asal Kota Bandung membawa total 20 anthurium untuk mengikuti kontes yang menyediakan 9 kelas. Pesaing Dedy, Tan Bing Kiat yang koleksinya meraih juara pertama di kelas prospek variegata dan pemula variegata. Koleksi lain Tan, pehobi asal Salatiga, Provinsi Jawa Tengah, itu juga meraih juara kedua di kelas prospek hijau. Total jenderal koleksi Tan Bing Kiat meraih juara pertama (2 tanaman), juara kedua (1 tanaman), dan juara ketiga (1 tanaman).

Anthurium juara kelas madya hijauan koleksi Haryanto Kingkong.

Saingan lain Dedy ialah Haryanto yang lebih dikenal dengan sebutan Kingkong. Koleksinya yang menonjol adalah anthurium jenmanii golden yang menjadi terbaik di kelas madya hijau. Penampilan anthurium itu amat seronok. Daunnya yang berbentuk agak mangkuk itu berwarna paduan antara hijau dan kekuningan yang unik. Anthurium bernomor pot 237 itu menonjol di antara puluhan peserta lomba.

Juri kontes, Agus Dwi Setiawan mengatakan, “Penampilan anthurium golden itu sangat menawan dan kesehatannya prima sehingga layak menang.” Atas penampilann itu, juri menobatkan anthurium milik Haryanto sebagai juara pertama kategori madya hijauan. Penampilan golden jenmanii itu mengingkatkan pada juara anthurium Thailand pada 2017. Juara kontes di Suangluang, Kota Bangkok, itu juga memiliki daun yang kuning cerah dengan sosok mulus.

Menurut pemiliknya, Pairoj Tianchai di Bangkok, koleksinya untuk persembahan kepada Bhumibol Aduljadej saat sang raja Thailand itu mangkat. Anthurium juara itu kemudian dijadikan sebagai penghias di pusara sang raja. Ternyata anthurium itu dapat tumbuh dengan baik meski tanpa naungan. Bahkan warna kuningnya makin cerah.

Bersaing ketat

Para pemilik anthurium juara di kelas mix.

Perhelatan komunitas anthurium itu berlangsung sangat meriah. Hampir semua kolektor andal dari berbagai daerah turut memeriahkan kontes itu. Pehobi dari berbagai kota seperti dari Semarang, Surakarta, Karanganyar—semua di Provinsi Jawa Tengah, Malang (Jawa Timur), Bandung (Jawa Barat), dan Palu (Sulawesi Tengah) turut memeriahkan acara itu. Total 250 pot bersaing untuk menjadi terbaik pada 9 kelas.

Koleksi tanaman Dedy Suhendra banyak meraih jawara. Pehobi asal Bandung, Jawa Barat, itu meraih juara umum.

Untuk menentukan pemenang, juri—terdiri atas Agus Dwi Setiawan (Grobogan, Jawa Tengah), Ujud Rofianto, (Malang, Jawa Timur), dan Syah Angkasa (Depok, Jawa Barat)— membuat nomine. Mereka menentukan 10 tanaman terbaik sebagai nomine atau calon juara di setiap kelas. Pada tahap berikutnya juri memilih 5 tanaman terbaik dari setiap kelas. Peringkat 3 terbaik dinyatakan sebagai juara kesatu, kedua, dan ketiga.

Menurut Ujud Rofianto persaingan peserta sangat ketat karena kualitasnya memang sangat baik. Untuk memilih yang terbaik, dilihat dari tanaman yang paling sempurna, berdasarkan performa, karakter, dan kesehatan. Karena kualitasnya hampir merata, maka salah satu cara yang dilakukan untuk menentukan juara adalah memilih tanaman yang paling baik nilainya kemudian paling sedikit cacatnya. (Syah Angkasa)

Previous article
Next article
Artikel Terbaru

Madu Herbal Rahasia Bugar Setiap Saat

Bagi sebagian besar orang termasuk Dede Rizky Permana, pandemi Covid-19 merupakan masa penuh kecemasan. Meski begitu ada kebiasaan kecil...

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img