Trubus.id—Di tangan lima mahasiswa Universitas Padjadjaran kulit jengkol bersalin rupa menjadi sabun organik. Selama ini kulit jengkol hanya terbuang sebagai limbah. Sabun organik itu jenama ArchiCare 2in1 Face and Body Wash.
Mahasiswa itu Hauzan Shidqy Rabbani (Bisnis Digital), Ayesha Nadia Savitri (Farmasi), Riyandi Arif Budiman (Agroteknologi), Ikhsan Muhammad Fajar (Ilmu Pemerintahan), dan Ockta Alfared Sijabat (Manajemen). Adapun dosen pendamping Dr. Budi Irawan, M.Si.
Kreativitas itu lahir dari Program Kreativitas Mahasiswa-Kewirausahaan (PKM-K) yang mendapatkan pendanaan Kemendikbudristek (Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.) 2024.
Komposisi sabun terdiri dari beeswax, ekstrak kulit jengkol, minyak kelapa, minyak zaitun, dan minyak kelapa sawit.
Mengutip pada laman UNPAD sabun ArchiCare itu bermanfaat untuk melembapkan kulit dan cocok bagi kulit sensitif. Hauzan dan tim mengemas sabun organik itu sebanya 50 gram. Ia menuturkan kulit jengkol mengandung tanin dan flavonoid yang bersifat antibakteri.
Maka berdasarkan kandungan itu, Hauzan dan tim mengembangkan sabun dengan dua fungsi yakni sebagai sabun mandi dan cuci muka. Gagasan sabun ekstrak kulit jengkol itu hadir atas kesadaran memanfaatkan limbah kulit jengkol agar lebih bernilai.
