Tuesday, April 28, 2026

BRIN Kembangkan Tanaman Kayu Putih Unggul di Rimbajaya, Hasil Berkualitas

Rekomendasi
- Advertisement -

Trubus.id—Minyak kayu putih herbal yang lazimnya tersedia di setiap rumah. Permintaan pun kian tinggi. Sayang, menurut Anto Rimbawanto permintaan itu tidak sebanding dengan produktivitas kebun kayu putih seperti di Kepulauan Maluku (Pulau Buru, Seram dan Ambon) serta di Pulau Jawa.

“Rendahnya produktivitas kayu putih ini disebabkan karena rendahnya mutu genetik benih,” ujar Peneliti Ahli Utama Pusat Riset Botani Terapan, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) itu.

Untuk mengatasi hal itu, Anto dan tim telah melakukan pemuliaan pohon kayu putih dengan sifat rendemen minyak dan kadar 1,8 cineole. Mengutip pada laman BRIN  Anto menuturkan setelah memeroleh benih unggul dilanjutkan hilirisasi benih itu.

Ia menjelaskan sejatinya penelitian untuk pemuliaan benih kayu putih itu sejak 1995. Lima tahun berselang atau pada 2000 dapat menghasilkan benih unggul dengan pelepasan benih unggul kayu putih melalui Keputusan Menteri Kehutanan Nomor SK.372/MENHUT-VIII/2004.

Lebih lanjut, Anto menuturkan adapun hilirisasi benih unggul itu dilakukan mulai dari tingkat perorangan, kelompok tani, hingga industri. Ia menuturkan Kampung Rimbajaya,  Kabupaten Biak Numfor, Papua, bersama Kelompok Tani Hutan (KTH) Kofarwis salah satu percontohan hilirisasi benih itu.

KTH di Rimbajaya itu binaan dari KHPL Biak Numfor yakni salah satu KPHL model dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

Ia menuturkan pengembangan kayu putih di Rimbajaya diawali dengan membuat persemaian bibit di halaman KPHL Biak Numfor. Lalu, bibit siap tanam, akan pindah ke lahan milik KTH Kofarwis.

“Waktu yang dibutuhkan selama proses tanam hingga siap panen sendiri adalah sekitar 8 bulan,” ujar Anto.

Ia menuturkan dalam sekali penyulingan dibutuhkan waktu 3—4 jam. Setiap 120 kg daun kayu putih menghasilkan 1,2 liter minyak kayu putih.  Sifat kadar 1,8 cineole lebih dari 65% karena berasal dari tanaman kayu putih unggul.

Anto menuturkan minyak kayu putih Rimbajaya beraroma  kuat dan memberikan efek yang lebih baik terhadap tubuh.

Selain itu, keuntungan menggunakan benih kayu putih unggul yakni saat penyulingan hasil minyak lebih banyak. Rendemen mencapai 1,2%. Artinya dari 100 kg dapat menghasilkan minimal 1,2 liter minyak kayu putih.

“Sedang penyulingan di Pulau Buru dan Pulau Seram hanya dapat 800 cc untuk berat daun yg sama,” ujar Anto.

Ia menuturkan sejak 2018 Kelompok Tani Kofarwis telah memproduksi 1.000 liter minyak kayu putih dari lahan seluas 5 hektare (ha). Keruan saja Poktan Kofarwis memeroleh penghargaan Anugerah Kalpataru Penyelamat Lingkungan 2022.

Total  di Kampung  Rimbajaya terdapat 5 kelompok tani kayu putih. Anto menuturkan hal itu dapat meningkatkan ekonomi masyarakat dan salah satu langkah menyelamatkan lingkungan.


Artikel Terbaru

Kemegahan Macfrut 2026: Pameran Buah dan Sayur Internasional Resmi Dibuka, Soroti Daya Saing dan Kemitraan Global

Pameran internasional rantai pasok buah dan sayuran, Macfrut 2026, akhirnya resmi membuka pintu untuk edisi ke-43. Berlokasi di Rimini...

More Articles Like This