Wednesday, January 28, 2026

Sebuah Taman di Pucuk Gedung

Rekomendasi
- Advertisement -

Taman atap menjadikan bangunan lebih sejuk dan elok.

Taman atap di atap kantor PT Onduline Indonesia, Alam Sutera, Tangerang Selatan, Provinsi Banten.

Trubus — Menurut Dinas Pertamanan dan Pemakaman DKI Jakarta, pada 2018 sebanyak 3.131 Ruang Terbuka Hijau (RTH) berdiri tersebar di wilayah Ibu kota. Jumlah itu hanya 9,98% dari luas wilayah Provinsi DKI. Padahal peraturan Menteri Pekerjaan Umum No 5/2008 memandatkan RTH perkotaan idealnya 30% total luas wilayah. Sebanyak 20% berada di ruang publik, sisanya di ruang privat atau properti pribadi.

Namun, rimba beton yang terus tumbuh akan menjadi halangan dalam ketersediaan lahan untuk membuka areal hijauan. Setiap masalah pasti ada jalan, begitu pula dengan taman. Kini taman tak harus menghampar di tanah, bisa juga di atap bangunan. Salah satunya atap kantor PT Onduline Indonesia di kawasan Alam Sutera, Tangerang Selatan. Beraneka tanaman di taman sederhana berukuran 4 m x 4 m menyelimuti dak bangunan berlantai 3 itu.

Model 6 lapisan taman atap. (bawah-atas) antiakar, antiair, karpet, penampung air, filter ,
dan karpet.

Tujuh lapis

Berbagai tanaman kecil menghiasi taman percobaan program green roof itu. Miana Coleus scutellarioides, pisang hias Heliconia colinsiana, dan rombusa mini Passiflora foetida mengisi setiap sudut taman. Taman atap gagasan PT Onduline Indonesia itu sekaligus ruang pamerperusahaan produsen berbagai jenis atap itu.

Untuk menghalau kerusakan beton akibat akar tanaman, Stevanus memasang membran antiakar bernama Bituline Prima PP 300 sebagai pelapis dasar taman. Ketika dikombinasikan dengan membran antiair, keduanya sinergis melindungi bumbung rumah atau perkantoran dari kerusakan. Stevanus Iwan tidak main-main memperkuat atap. “Total lapisan awal sebelum penebaran media tanam ada 7 lapis,” kata Technical Manager PT Onduline Indonesia itu.

Tanaman obat Coleus
scutellarioides juga dapat
menghuni taman atap.

Lembaran membran antiakar disambung dengan las khusus. Permukaan atap yang sudah dibersihkan dan terbebas dari debu kemudian dilapisi membran yang sudah dilas. Lapisan berikutnya adalah membran antiair bernama Bituline EP 400AR. Aplikasinya serupa dengan membran antiakar, yang penting seluruh permukaan terlapisi dengan rapi. Selanjutnya karpet berupa serat kain putih dibentangkan.

Karpet itu berfungsi sebagai penahan air untuk menjaga kelembapan area perakaran. lapisan penyaring (filter) dan penampung air yang mirip kumpulan cangkang telur mengoptimalkan tugas karpet itu. Penyaring menahan media tanam agar tidak hanyut ke lapisan dasar sehingga tidak mengganggu kekokohan tanaman. Sebagai media tanam, Stevanus memilih kepingan tanah liat limbah dari produksi genting.

Selain ringan sehingga tidak menambah beban bangunan dan pertimbangan sudut pandang ekologis, media itu kaya material organik dan tidak mudah hanyut. Air tertampung di media untuk mempertahankan kelembapan saat kemarau. Tidak semua atap dapat digunakan untuk taman atap. Kekuatan konstruksi harus diperhitungkan. Kemiringan atap minimal 1% agar air tidak menggenang.

Technical Manager PT Onduline Indonesia, Stevanus Iwan Setiawan.

Serap polutan

Tidak semua tanaman dapat diaplikasikan pada taman atap. Cukup dengan tanaman-tanaman kecil hingga sedang mengingat pertimbangan beban bangunan dan pertumbuhan akar. Jenis yang bisa digunakan antara lain rumput kacang Arachis pintoi, ligustrum kuning, dan bunga aster. Vegetasi yang beragam akan menjadi habitat baru bagi banyak organisme. Tanaman bunga akan menjadi sumber nektar bagi serangga penyerbuk.

Taman atap bukan sekadar kebutuhan estetika, tetapi juga upaya meningkatkan kualitas lingkungan. Menurut Marketing and Communication Manager PT Onduline Indonesia, Yustiar Reissa Siregar, taman atap menyerap karbondioksida dan polutan lain dari udara. Lapisan media tanam yang lembap menahan kenaikan suhu akibat penyinaran matahari dan menurunkan kebutuhan penggunaan pendingin ruangan. “Taman atap juga mampu meredam kebisingan hingga 8 desibel (dB) sehingga ruang kerja lebih senyap,” kata Yustiar. (Hanna Tri Puspa Borneo Hutagaol)

Artikel Terbaru

Madu Herbal Rahasia Bugar Setiap Saat

Bagi sebagian besar orang termasuk Dede Rizky Permana, pandemi Covid-19 merupakan masa penuh kecemasan. Meski begitu ada kebiasaan kecil...

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img