Wednesday, August 10, 2022

Sekali Datang, Dua Gelar Digenggam

- Advertisement -spot_img
Must Read
- Advertisement -spot_img

 

Santigi koleksi David Aji asal Sidoarjo, peraih emas kategori large dan best in showBest plant of the year di Pinang, MalaysiaPeribahasa itu sepertinya dialami David Aji, hobiis bonsai asal Sidoarjo, Jawa Timur. Dalam sekali kontes ia berhasil menyabet dua gelar paling bergengsi pada Bonsai Com@Madura-1 di Sumenep, Jawa Timur: Bonsai Clubs International (BCI) Award dan best in show.

Sejak awal kontes santigi dengan nomor pot 202 milik David Aji memikat hati I.S. Ng, direktur BCI perwakilan Malaysia yang menjadi salah satu juri. Gerak dasar tanaman mengalir sempurna mulai dari akar hingga ranting cabang. Batangnya meliuk indah seirama dengan tekstur batang yang di ujungnya muncul daun-daun kecil. Karakter itu menunjukkan pohon berumur tua.

Tata letak daun yang pas menambah keharmonisan seluruh komponen. Dengan penampilan itu, Ng akhirnya menganugerahkan gelar BCI Award pada koleksi David Aji.

Acungi jempol

Kegembiraan David tak berujung di situ. Koleksi lainnya berupa bonsai santigi bernomor pot 203 juga sukses meraih gelar best in show. “Bonsai itu pantas memperoleh predikat best in show. Dia terbaik dari semua peserta. Selain desain yang indah, tahap kematangan juga cukup baik, dan karakter pohonnya sangat kuat,” ujar Robert Steven, salah satu juri dalam kontes yang berlangsung 9 hari itu. Pantas bila tim juri yang terdiri atas Robert Steven (Jakarta), Chong Yong Yap (Malaysia), Wawang Sawala (Surabaya), M. Bukhori (Malaysia), dan H. Khaerudin (Sumenep), sepakat memilih bonsai koleksi David menjadi yang terbaik.

Menurut Freddy Kustianto, penggagas dan penanggungjawab kontes, kontes yang diselenggarakan Komunitas Bonsai Madura (KBM) bekerja sama dengan Forum Diskusi Seni Bonsai Indonesia itu patut diacungi jempol. Selain diikuti banyak peserta yang mencapai 425 peserta, kualitas bonsai pun sangat baik. “Padahal sebagian besar belum pernah ikut kontes,” ujar pria yang sudah 25 tahun menggeluti bonsai itu.

Kontes yang berlangsung pada 24 Mei—

1 Juni 2011 itu turut diramaikan kontes sketsa desain bonsai. “Ini adalah kontes pertama di dunia. Tujuannya mengasah dan merangsang kemampuan imajinasi serta kreativitas para pencinta bonsai,” ujar Robert, seniman bonsai internasional yang memperoleh sertifikat “Master” dari BCI di Amerika Serikat itu. Dalam kontes itu peringkat pertama dan kedua jatuh pada 2 karya Dawam asal Banyuwangi, Jawa Timur. Sedangkan peringkat tiga direbut kontestan tuan rumah, Akbar Sadat.

Beda

Kontes Bonsai Com@Madura-1 yang bertempat di Graha Zansibar, Sumenep, itu berbeda dengan kontes bonsai lain yang kerap diselenggarakan di tanahair. Kontes yang diketuai oleh M Erfan itu terdiri atas 4 kategori berdasarkan ukuran: small, medium, large, dan extra large. Dari masing-masing kategori dipilih 3 peringkat terbaik. Juara setiap kategori nantinya dipilih sebagai best in show.

Pada 27 Mei 2011, Trubus juga berkesempatan untuk hadir pada kontes bonsai Pesta Bunga Pulau Pinang 2011 di Pulau Penang, Malaysia. Dalam kontes diikuti 160 peserta itu dibagi dalam 12 kelas berdasarkan jenis. Dalam kontes itu bonsai koleksi Chin Choy Fook asal Penang, sukses meraih gelar best plant of the year. (Tri Istianingsih/Peliput : Imam Wiguna)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Organik Tinggikan Produksi

Industri parfum, kosmetik, insektisida, dan aromaterapi merupakan beberapa sektor yang memerlukan minyak nilam. Bahkan dalam industri parfum tidak ada...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img