Warna cerah dan cita rasa manis mangga ternyata menyimpan kekuatan nutrisi yang jauh lebih kompleks. Berbagai studi menunjukkan bahwa buah Mangifera indica kaya senyawa bioaktif seperti fenolik, flavonoid, karotenoid, serta xanton mangiferin komponen yang berperan penting dalam aktivitas antioksidan tubuh. Riset Lenucci dan rekan (2022) menjelaskan bahwa fraksi mangga baik daging, kulit, maupun bijinya mengandung kapasitas antioksidan tinggi yang dapat menekan radikal bebas.
Aktivitas antioksidan mangga sebagian besar dipengaruhi oleh kandungan fenolik dan flavonoid. Identifikasi total fenolik pada kultivar lokal menunjukkan bahwa mangga berpotensi menjadi sumber antioksidan sebanding suplemen sintetis. Studi oleh Fachriyah dan rekan (2023) menemukan bahwa kultivar Madu memiliki kadar fenolik dan flavonoid yang signifikan, sehingga efektif dalam menangkal radikal bebas pada uji DPPH.
Selain fenolik, senyawa mangiferin menjadi ikon bioaktif pada daun dan buah mangga. Mangiferin merupakan golongan xanton dengan kemampuan antiinflamasi dan hepatoprotektif. Penelitian Muhtadi et al. (2020) menegaskan bahwa isolasi mangiferin dari mangga menunjukkan potensi kuat sebagai agen antioksidan alami, yang dapat dimanfaatkan dalam industri farmasi dan fitokimia.
Keragaman varietas mangga di Indonesia turut memengaruhi kadar bioaktifnya. Studi Cahyanto dan rekan (2021) terhadap lima kultivar daun mangga mengonfirmasi variasi kadar mangiferin yang cukup signifikan. Hal ini membuka peluang bagi pengembangan kultivar unggul yang tidak hanya unggul secara agronomi, tetapi juga bernilai tinggi untuk industri kesehatan dan pangan fungsional.
Tidak hanya buahnya, bagian lain tanaman mangga seperti kulit dan biji juga memiliki aktivitas antioksidan. Riset Lukmandaru dan rekan (2016) menunjukkan bahwa ekstrak metanol kayu mangga memiliki aktivitas antioksidan yang kuat akibat tingginya senyawa polifenol. Temuan ini memperluas potensi pemanfaatan limbah mangga sebagai bahan baku ekstrak herbal bernilai ekonomi.
Dengan tingginya aktivitas antioksidan dan variasi senyawa bioaktif, mangga menjadi komoditas strategis yang dapat menyokong industri pangan fungsional, herbal, hingga kosmetik. Riset-riset mutakhir menguatkan bahwa ekstrak mangga khususnya yang kaya mangiferin dan fenolik mampu bersaing dengan suplemen modern dalam meningkatkan perlindungan tubuh terhadap stres oksidatif
(Naya Maura Denisa)
