Tanaman hias mendominasi ekshibisi Horti Asia 2017.

Stan Departemen Pertanian Thailand itu indah dan semarak dengan dinding setinggi 4 m. Aneka bunga seperti anggrek dan mawar menghiasi dinding itu. Bunga beragam warna juga menghias struktur berbentuk bola bertuliskan Toward Agri Bussiness sehingga stan itu makin mencuri perhatian pengunjung pameran hortikultura, Horti Asia 2017. Slogan Toward Agri Bussines berarti Thailand siap menuju industri agribisnis.
Menurut anggota staf Departemen Pertanian Thailand, Ratchanee, perkembangan tanaman hias di Thailand menggeliat. “Beberapa perusahaan menggunakan benih lokal dan membudidayakan komoditas itu di dalam negeri. Namun, ada juga yang memanfaatkan benih impor,” kata Ratchanee. Ia mencontohkan Asosiasi Eksportir Anggrek Thailand memanfaatkan benih lokal, sedangkan Kanok Seed memanfaatkan benih impor.
Anthurium
Salah satu komoditas yang banyak diminati pada Horti Asia 2017 adalah anthurium. Menurut General Manager Kaset 32 Farm, Phanuphang Ongsuwan, anthurium salah satu komoditas yang tengah naik daun di Thailand. “Di perusahaan kami permintaan anthurium dari dalam negeri paling banyak dibandingkan dengan komoditas lain,” kata Phanupang. Perusahaan dari Kota Chiangrai itu memamerkan 7 warna anthurium yaitu merah, merah muda, ungu, jingga, putih, serta perpaduan hijau dan merah muda.

Anthurium berkelir kombinasi hijau dan merah muda adalah varian teranyar kreasi Kaset 32 Farm. Sayang, penjualan produk terbaru itu kurang bagus karena masyarakat Thailand lebih menyenangi anthurium berwarna tunggal seperti ungu. Dampaknya varian itu lebih populer sehingga berharga paling mahal di antara jenis lain. “Kami menjual anthurium ungu Rp100.000 per tanaman, sedangkan jenis lain Rp80.000 per tanaman,” kata Phanupang.
Pria penerus generasi kedua Kaset 32 Farm itu menuturkan pengiriman anthurium lebih mudah ketimbang komoditas lain seperti begonia. Anthurium relatif lebih kuat jika dibandingkan dengan begonia yang mudah rusak jika dikirim untuk jarak jauh. Perusahaan yang berdiri sejak 1997 itu mengekspor anthurium ke beberapa negara seperti India, Brunei Darussalam, dan Indonesia.
Kapasitas produksi 80.000—100.000 pot per tahun dan sudah memenuhi semua permintaan. Selain perusahaan dari Negeri Siam, pameran yang berlangsung di Bangkok, Thailand, itu juga dihadiri perusahaan mancanegara seperti IPM Essen dari Jerman. Menurut anggota staf bagian pemasaran untuk wilayah Asia IPM Essen, Bernd Gruntjens, salah satu perusahaan mitra di Thailand adalah Kanok Seed.

Bernd mengatakan permintaan bibit bunga bokor atau hydrangea dan calluna tinggi di Asia. Kota-kota di Asia seperti Guangzhou dan Fushan (Tiongkok) serta Bangkok (Thailand) relatif jarang memiliki taman, balkon, dan teras. “Itulah perbedaan mendasar antara pasar tanaman hias Eropa dan Asia. Oleh karena itu kami mempromosikan calluna sebagai tanaman hias dalam ruangan untuk pasar Asia,” kata Bernd.
Anggrek
Menurut Bernd bunga calluna bertahan 3—4 bulan di Eropa. Di negara beriklim tropis tanaman itu masih bisa berbunga asal ditanam dalam rumah berpendingin ruangan. Perbedaan lain antara pasar Asia dan Eropa adalah kesukaan warna bunga. Masyarakat Asia lebih menyenangi warna kuat seperti merah, jingga, dan kuning. Adapun masyarakat Eropa menggemari bunga berwarna ungu biru.

Selain anthurium, anggrek pun menjadi primadona komoditas tanaman hias Thailand. Menurut Wakil Ketua Asosiasi Eksportir Anggrek Thailand, Wittaya Yukpan, anggrek potong masih menjadi komoditas utama ekspor. Permintaan dari Tiongkok, Taiwan, dan Jepang selalu terpenuhi. Anggrek pot pendek nan lebat pun sebetulnya unik dan menarik. Sayang pengiriman anggrek pot lebih sulit sehingga pasar ekspor tidak berkembang.
Horti Asia pameran hortikultura yang diselenggarakan setiap 2 tahun di Bangkok, Thailand. Pada tahun ini pameran berlangsung pada 15—17 Maret 2017. Horti Asia 2017 yang berlangsung di Bangkok, Thailand, itu semarak. Sebanyak 100 stan menyemarakkan pameran hortikultura internasional itu. Dari jumlah itu 50% stan memamerkan aneka tanaman hias. Panitia mengelompokkan mereka menjadi 6 kelompok paviliun meramaikan gelaran itu.
Penyelenggaraan ekshibisi internasional itu berbarengan dengan pameran alat mesin pertanian Agritechnica Asia 2017. Managing Director VNU Exhibition Asia Pasific, Nino Gruettke, sangat bangga dapat berkontribusi dalam bidang pertanian. Menurut Nino pengelola kedua pameran itu tim generasi muda dari berbagai negara seperti Thailand, Jerman, Belanda, dan Tiongkok.

“Semoga para peserta mendapat lebih banyak kesempatan dalam bisnis dan selalu sukses,” kata pria asal kota Berlin, Jerman, itu. Deputy Permanent Seceretary, The Ministry of Agriculture and Cooperatives Thailand, Tanit Anekwit, sangat senang karena pada 2017 kedutaan Belanda dan Jerman berpartisipasi pada Horti Asia 2017. Kementerian Pertanian selalu mendukung semua produk pertanian lokal dengan cara membina petani dan efisiensi budidaya.
Selain itu Kementerian Pertanian juga berupaya meningkatkan kualitas produk dan teknologi ramah lingkungan. Tujuannya untuk meningkatkan kesejahteraan konsumen dan petani yang berdaulat. Ekhsibisi Horti Asia ibarat lokomotif yang membawa pergerakan gerbong bisnis tanaman hias. (Muhamad Fajar Ramadhan)
