Trubus.id — Perlu strategi khusus dalam mengelola sampah di lingkungan perkantoran. Tujuannya, agar kebersihan linkungan perkantoran dapat terus terjaga dengan baik. Salah satu yang telah menerapkan pengelolaan sampah di area perkantoran adalah Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), dengan membentuk bank sampah.
Endah Mustikasari, S.T., Sub Koordinator Pelaksana Tugas Sarana dan Prasarana Lingkungan, Biro Umum, Kementerian PUPR, salah seorang yang menggagas keberadaan bank sampah di di lingkungan PUPR.
Selain melestarikan lingkungan, Endah juga berkeinginan mengedukasi para pegawai PUPR untuk berkontribusi mengelola sampah demi lingkungan yang lebih baik. Cara Endah mengedukasi tidak hanya dari mulut ke mulut.
Ia juga mengampanyekan bank sampah di media sosial. Endah mengatakan, yang masih sulit diaplikasikan adalah kebiasaan memilah sampah.
“Kita sudah pisahkan tong sampah menjadi sampah organik, nonorganik, dan residu di setiap lantai. Namun, untuk mengubah perilaku dengan cepat susah. Perlu usaha dengan mengingatkan,” kata Endah.
Hingga saat ini bank sampah di lingkungan PUPR memiliki sekitar 30 nasabah. Menurut Endah, jumlah itu tidak diperoleh dengan cara yang mudah, tetapi prosesnya termasuk lambat.
Petugas di setiap gedung di lingkungan PUPR mengumpulkan sampah, lalu membawanya ke tempat pengumpulan sampah. Di sana petugas menimbang sampah dan hasilnya berupa poin yang bisa ditukar dengan token listrik, uang elektronik, dan pulsa.
Jadi, nasabah mendapatkan dua keuntungan dengan bergabung menjadi nasabah bank sampah. Selain lingkungan bersih, mereka juga bisa memperoleh token listrik, uang elektronik, dan pulsa sebagai balas jasa.
Setelah sampah terkumpul, ada perusahaan pengolah sampah rekanan PUPR yang mengangkut semua sampah itu. Pihak ketiga itu mengolah sampah menjadi kompos, pakan ternak, dan bahan dasar pembuatan semen. Tempat pengolahan sampah di Bekasi, Jawa Barat.
“Meksipun tidak diolah sepenuhnya, tetapi tidak ada sampah yang dibuang ke tempat pembuangan akhir (TPA),” kata Endah.
Menurut Joshua Valentino, S.T., Chief Operating Officer (COO) Rekosistem, hal yang perlu diperhatikan dalam mengelola sampah di perkantoran adalah komitmen, keseriusan, kemauan, dan keberlanjutan.
