Sukma menjadi bukti bahwa varietas lokal mampu bersaing dengan varietas unggul modern. Padi asal Kabupaten Malang, Jawa Timur, itu memiliki produktivitas tinggi, tahan terhadap penyakit blas, dan menghasilkan nasi pulen yang disukai konsumen. Berbekal berbagai keunggulan tersebut, Sukma kini bersiap melangkah lebih luas setelah direkomendasikan sebagai varietas unggul nasional.
Varietas Sukma memperoleh rekomendasi pelepasan dalam Sidang Penilaian Varietas Tanaman Pangan yang berlangsung pada 12 Februari 2026 di Wisma Kementerian Pertanian, Cipayung. Sebelumnya, pada 21 Oktober 2024, Sukma telah mendapatkan Tanda Daftar Varietas Tanaman dari Pusat Perlindungan Varietas Tanaman dan Perizinan Pertanian, Kementerian Pertanian, dengan Nomor 174/A.9/10/2024.
Sukma berasal dari Desa Kasembon, Kecamatan Bululawang, Kabupaten Malang. Varietas tersebut pertama kali ditemukan sekitar 25 tahun silam dan terus dipelihara serta diseleksi oleh petani setempat, Ngateman. Berkat ketekunan menjaga kemurnian varietas selama bertahun-tahun, Sukma tetap lestari dan kini mendapat pengakuan lebih luas.
Keunggulan utama Sukma terletak pada produktivitasnya. Varietas ini mampu menghasilkan rata-rata 6,89 ton gabah per hektare dengan umur panen sekitar 108 hari setelah tanam. Sukma juga memiliki jumlah anakan produktif yang banyak, jumlah gabah isi tinggi, serta ukuran gabah yang relatif besar. Karakter tersebut menjadi modal penting untuk mendukung peningkatan produksi padi di tingkat petani.
Tak hanya produktif, Sukma juga memiliki ketahanan terhadap penyakit blas, salah satu penyakit utama yang kerap menurunkan hasil panen padi. Ketahanan tersebut memberi keuntungan bagi petani karena dapat mengurangi risiko kehilangan hasil sekaligus menekan biaya pengendalian penyakit.
Dari sisi kualitas beras, Sukma memiliki kadar amilosa yang tergolong agak tinggi. Meski demikian, nasi yang dihasilkan tetap bertekstur pulen dan memiliki cita rasa yang disukai konsumen. Perpaduan antara produktivitas tinggi dan kualitas nasi yang baik membuat varietas ini semakin diminati, tidak hanya oleh petani di Malang Raya, tetapi juga di berbagai daerah lainnya.
Lahirnya Sukma merupakan hasil kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Malang dan Pusat Riset Tanaman Pangan, Organisasi Riset Pertanian dan Pangan, BRIN. Kerja sama tersebut menunjukkan bahwa potensi lokal dapat berkembang menjadi inovasi bernilai tinggi ketika didukung oleh riset dan pendampingan ilmiah.
Di tengah upaya pemerintah memperkuat produksi padi nasional dan mempertahankan swasembada beras, kehadiran varietas seperti Sukma menjadi sangat penting. Varietas unggul yang adaptif, produktif, dan sesuai dengan preferensi konsumen akan memperkuat daya saing sektor pertanian sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.
Dari hamparan sawah Malang, Sukma kini menapaki jalan menuju pengakuan nasional. Sebuah varietas lokal yang lahir dari tangan petani dan tumbuh menjadi harapan baru bagi produksi padi Indonesia.
Sumber artikel dan foto: https://brin.go.id/orpp/posts/kabar/sukma-varietas-padi-asal-kabupaten-malang-siap-perkuat-swasembada-beras
