Bagi masyarakat Jepang minum teh mengandung sejumlah filosofi, yakni wa, ke, sai, dan jaku. Wa artinya harmoni, ke rasa hormat, sai ketulusan, dan jaku ketenangan. Ketulusan di antaranya diejewantahkan dalam cara tuan menyajikan teh buat tamu dan menyediakan peranti...
Yoshio Moriuchi menuntun para tamu menuang teh ke dalam cangkir kecil berbentuk bulat berwarna putih. Lalu ia mempersilakan para tamu di rumahnya yang berusia ratusan tahun untuk mencicipi teh dari kebun sendiri. Begitu teh disesap, citarasa teh yang kental...