Tuesday, January 27, 2026

Teknologi Soil Block Berpotensi Meningkatkan Produksi Bawang dan Cabai

Rekomendasi
- Advertisement -

Trubus.id — Petani bisa memakai teknologi soil block pada budidaya bawang dan cabai. Salah satu keunggulan dari sistem penanaman dengan teknologi soil block ini adalah lebih ramah lingkungan dan berpotensi meningkatkan produksi bawang dan cabai.

Mengapa ramah lingkungan? Alasannya adalah dalam teknologi soil block, teknik persemaian benih bawang dan cabai memanfaatkan limbah organik. Hal ini karena semua bahan persemaian yang digunakan adalah sedimentasi rawa.

Selain itu, biasanya dalam pengaplikasian kerap dikombinasikan dengan pupuk kandang, fosfat alam, kapur dolomit, cocopeat, dan gambut. Hal itu membuat selain ramah lingkungan, penerapan teknologi soil block mampu mempercepat dan meningkatkan hasil panen produk hortikultura.

Melansir dari laman Direktorat Jenderal Hortikultura, Prihasto Setyanto, Direktur Jenderal Hortikultura, mengaplikasikan teknologi soil block pada tanam perdana komoditas bawang merah dan cabai di Desa Tuksari, Kecamatan Bansari, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah.

Penanaman perdana dua komoditas tersebut merupakan program percontohan penerapan teknologi soil block yang digagas Direktorat Jenderal Hortikultura. Menurut Prihasto kegiatan ini sebagai upaya memenuhi ketersediaan cabai serta bawang merah dan putih.

Prihasto mengatakan, melalui teknologi soil block, tanaman akan tumbuh subur dan hasil panen meningkat dibanding penanaman biasa. Ia menyebut dalam satu hektare lahan bawang merah, petani bisa memanen lebih dari 12 ton. Sementara itu, untuk cabai, satu kali petik bisa menghasilkan dua hingga dua setengah kuintal.

“Kami turun bersama-sama untuk tanam dengan teknologi soil block yang saya katakan lebih mudah, cepat dan murah, dan baik untuk dikembangkan,” kata Prihasto.

Lebih lanjut, Prihasto menilai, Indonesia memiliki lahan potensial untuk pengembangan teknologi soil block pada budidaya bawang dan cabai seluas 250 ribu hektare.

Sebagai informasi, program percontohan soil block ini diterapkan pada 5 juta semaian cabai dan 5 juta semaian true seed of shallot (TSS).

Untuk 5 juta semaian cabai didistribusikan ke Temanggung, Wonosobo, Banjarnegara, Magelang, Gunung Kidul, Majalengka, Kuningan, Sumedang, Garut, Cianjur dan Sukabumi dengan total lahan seluas 250 hektare.

Sementara itu, soil block 5 juta semaian TSS didistribusikan ke Temanggung dan Wonosobo total untuk lahan seluas 10 hektare.

Artikel Terbaru

Madu Herbal Rahasia Bugar Setiap Saat

Bagi sebagian besar orang termasuk Dede Rizky Permana, pandemi Covid-19 merupakan masa penuh kecemasan. Meski begitu ada kebiasaan kecil...

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img