Trubus.id—Teluk Saleh merupakan ekosistem perairan dengan keanekaragaman hayati yang lengkap, terdiri atas terumbu karang, mangrove, dan padang lamun. Teluk Saleh masuk ke dalam wilayah administrasi Desa Labuhan Jambu, Kecamatan Tarano, Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat.
Teluk seluas sekitar 2.000 km² itu juga menjadi tempat favorit bagi hiu paus (Rhincodon typus) untuk berkembang biak. Ukuran badan ikan hiu paus itu mencapai panjang 18—20 meter dan berat maksimal sekitar 15 ton, meski rata-rata beratnya sekitar 12 ton.
Menurut World Wildlife Fund, hiu paus menjadi yang terbesar ukurannya dalam keluarga Rhincodontidae. Ia juga menjadi salah satu makhluk laut paling besar. Tak seperti keluarga hiu lainnya, bagian kepala hiu paus cenderung datar mengikuti bentuk tubuhnya dengan mulut yang besar.
Mengutip dari laman indonesia.go.id, ikan berbintik-bintik pada seluruh tubuhnya tersebut memiliki susunan gigi yang kecil dan tidak diandalkan untuk memakan mangsanya.
Untuk memakan mangsa, sambil berenang hiu paus cukup membuka lebar-lebar mulut superbesarnya, dan dalam hitungan menit, ribuan ikan-ikan kecil dan jutaan plankton sudah langsung bisa ia lahap.
Adapun untuk keanekaragaman hayati lain, berdasarkan data Universitas Mataram, terumbu karang Teluk Saleh luasnya sekitar 31.000 hektare dengan kondisi terbaik ada di sekitar Pulau Liang.
Kemudian padang lamun di kawasan ini luasnya mencapai 3.200 ha menutupi seluruh pesisir dengan tutupan terluas ada di kawasan Santong. Masih ada sekitar 2.700 ha berupa hutan mangrove dengan 31 jenis mangrove dari 20 famili didominasi jenis rhizopora.
Situasi itu membuat perairan Teluk Saleh sebagai kawasan paling disukai untuk berkembangbiaknya beraneka jenis ikan. Setidaknya, ada sekitar 71 spesies ikan yang dapat ditangkap nelayan dari Teluk Saleh. Tongkol, tuna, baronang, kerapu, dan kakap merah.
