Thursday, June 20, 2024

Terapkan Cara Budidaya Ikan Yang Baik (CBIB) pada Lele Tingkatkan Kualitas dan Kuantitas Produk

Rekomendasi
- Advertisement -

Trubus.id—Penerapan budidaya ikan lele dengan konsep Cara Budidaya Ikan yang Baik (CBIB) mematahkan stigma masyarakat mengenai lele, ikan yang hidup di lingkungan kotor.

Salah satu pembudidaya yang menerapkan CBIB yakni  CV Vatra Mandiri Agro. Jejeran kolam ikan berbentuk kotak dan bulat yang tertata rapi. Sungai kecil yang bermuara di Kali Angke mengalir di antara kolam budidaya di Desa Duren Seribu, Kecamatan Bojongsari, Kota Depok, Provinsi Jawa Barat, itu.

Minat konsumen yang tinggi, perputaran siklus yang cepat, dan lingkungan yang mendukung menjadi alasan H. Usman, S.Si., M.Si. dan Fuad Arffan, S.T. membudidayakan lele.

“Hanya air yang bebas logam berat yang digunakan untuk mengisi kolam budidaya,”kata Fuad.

Ia menjaga air agar terus mengalir dengan debit kecil selama 24 jam. Tujuannya mempertahankan air tetap tersirkulasi dengan baik. Pengecekan rutin kadar oksigen dan pH juga dilakukan untuk menjaga kualitas air.

Itulah salah satu aspek konsep Cara Budidaya Ikan yang Baik (CBIB) yang diterapkan Usman dan Fuad. Penerapan CBIB baik karena mengedukasi para pembudidaya ikan untuk menghasilkan produk yang aman bagi lingkungan dan masyarakat.

Adanya sertifikasi CBIB memudahkan pembudidaya untuk mengurus sertifikasi lain seperti Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Kepemilikan CBIB juga membuka peluang besar untuk bekerja sama dengan pelaku bisnis lain seperti rumah makan dan eksportir.

“Pengurusan CBIB memakan waktu 3 sampai 4 bulan dengan masa berlaku selama 2—3 tahun,” kata pria berumur 32 tahun itu.

Selain memperhatikan air yang masuk, air buangan atau limbah yang dihasilkan juga perlu pengelolaan baik untuk menjaga kualitas lele. Fuad menampung air limbah setiap kolam di dalam sebuah tandon. Tujuannya mengendapkan lumpur dan kotoran di dalam kolam.

Setelah air dan lumpur terpisah, ia membuang air dan memanfaatkan lumpur yang mengendap sebagai pupuk tanaman. “Hanya benih lele yang sehat yang dikembangkan dalam kolam budidaya,” katanya.

Menurut alumnus Departemen Teknik Mesin dan Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Gadjah Mada (UGM), cirinya gerakan lele sangkuriang lincah dan ukuran benih seragam sepanjang 5—7 cm.

Untuk pemberian pakan yang mengandung 32—34% protein 3 kali sehari. Selain itu, Fuad memanfaatkan ragam herbal seperti jahe, kunyit, dan daun pepaya sebagai obat alami saat ikan terserang penyakit.

- Advertisement -spot_img
Artikel Terbaru

Budidaya Udang Vannamei Superintensif, Padat Tebar Padat Hasil Panen

Trubus.id—Budidaya udang vannamei superintensif  merupakan cara budidaya dengan tingkat kepadatan tinggi mencapai 1.000 ekor per m2 atau rata-rata 370...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img