Sunday, January 25, 2026

Tertawan Kuping Gajah

Rekomendasi
- Advertisement -

Kuping gajah baru hasil silangan para pemulia di Ciapus, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Abeh seri 01 silangan domino dan clarinervium.

Trubus — Kuping gajah pagoda laksana magnet yang menarik perhatian. Daun tanaman hias itu membulat dan berujung lancip. Koleksi Dadeng Muslihat itu juga bertulang daun tegas dan agak berjarak. Dadeng menyematkan nama pagoda karena susunan daun yang tegak mirip bangunan pagoda. Sosok elok itu menyabet juara ke-3 kategori Anthurium clarinervium pada Kontes Nasional Tanaman Hias 2019 di Tamansari, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada April 2019.

Susunan daun yang tegak mirip bangunan pagoda.

Clarinervium pagoda tergolong seri baru. Sehari usai kontes, pekebun tanaman hias di Tamansari itu melepas pagoda kepada seorang pehobi di Tangerang, Provinsi Banten, Rp2,5 juta. Pagoda itu hasil silangan Abeh, sapaan akrab Dadeng­ Muslihat. Petani tanaman hias sejak 2010 itu menyilangkan kuping gajah jenis tarantula dan magnificum pada 2017. Hasil persilangan itu antara lain pagoda.

Silangan elok

Selain itu Dadeng­ Muslihat juga menyilangkan domino dan clarinervium, tarantula dan pterodactyl, dan magnificum dan silver. Abeh seri 01, sebutan Dadeng untuk silangan domino dan clarinervium. Daun lebih lebar daripada domino dengan lekukan tepi dangkal. Pangkal dan ujung sejajar menengadah langit. Tulang daun sempit dan tegas seperti kilatan petir. Silangan tarantula dan pterodactyl, misalnya, menghasilkan banyak anakan dengan tampilan yang berbeda dari induk.

Abeh seri 02 berpangkal daun membulat seperti tarantula tapi ujungnya lancip seperti pterodactyl. Tulang daunnya lebih tegas dibandingkan dengan pterodactyl. Adapun silangan magnificum dan silver menghasilkan abeh seri 03. Daun hampir bulat sempurna dengan sedikit lekukan pada tepi. Warna perak tulang daun memang tidak setebal silver, tapi masih terlihat tegas. Guratnya saling menyambung pada tepi sehingga menegaskan kesan bulat pada abeh seri 3.

Lain lagi dengan silangan tarantula dan metallicum, yakni abeh seri 04. Kuping gajah itu sekilas lebih mirip seperti metallicum, terutama warna dasar dan bentuk daun. Namun, pola tulang daun lebih kompleks berwarna hijau kekuningan. Tangkainya berwarna cokelat kemerahan. Menurut Dadeng menyilangkan kuping gajah sering kali bergantung pada peruntungan. “Beruntung kalau anakan yang muncul memiliki penampakan lain daripada induknya. Kalau masih sama, telaten saja coba silangkan lagi,” kata Dadeng.

Di nurseri mini berukuran 100 m², ia telaten mengamati perkembangan setiap tanaman. Dadeng menuturkan, dengan mengetahui karakteristik masing-masing kuping gajah, petani memilih pot-pot yang potensial untuk silangan.

Dua tahun

Idealnya pekebun memiliki tanaman khusus untuk indukan dan kontes. Bunga muncul pada tanaman berusia minimal dua tahun. Satu tahun berikutnya, biji siap panen. Jenis crystallinum menghasilkan setidaknya 100 biji setiap tongkol sepanjang sekitar 15 cm. Sementara itu, clarinervium menghasilkan 70―80 biji per tongkol. Ukuran biji clarinervium lebih besar dibandingkan dengan crystallinum.

Setelah penyerbukan berhasil, muncul biji.

Setelah penyerbukan berhasil, kuping gajah akan menghasilkan biji setahun kemudian. Ia menyemai biji itu pada wadah-wadah kecil. Penyemaian selama 2―3 tahun.
Penyilang lain di Kabupaten Bogor, Aripin Saputra, juga menghasilkan beberapa kuping gajah elok di antaranya dorayaki, silver full, dan lobster. Kelebihan jenis lobster berdaun mengeriting pada ujung dan tepi, tulang daun lebih rapat. Penyilang sejak 2017 itu pernah menjual jenis lobster Rp5 juta (baca Trubus edisi Maret 2019).

Aripin Saputra menuturkan tidak ada patokan tertentu jenis kuping gajah yang disukai pehobi. “Itu tergantung selera konsumen yang berbeda-beda. Kita tinggal mengatur penyilangan supaya menghasilkan anakan yang unik,“ kata ayah satu anak itu. Selain penyilangan, Aripin juga mengembangkan kuping gajah variegata seperti jenis sweet love, MBR alias mang barna, dan magnificum golden. (Sinta Herian Pawestri)

Artikel Terbaru

Madu Herbal Rahasia Bugar Setiap Saat

Bagi sebagian besar orang termasuk Dede Rizky Permana, pandemi Covid-19 merupakan masa penuh kecemasan. Meski begitu ada kebiasaan kecil...

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img