Thursday, June 13, 2024

Tiga Hambatan Ekspor Manggis dan Kiat Mengatasinya

Rekomendasi
- Advertisement -

Trubus.id — Penyakit getah kuning menjadi momok bagi pekebun manggis, terutama jika pekebun hendak mengekspor manggis. Manggis yang terserang getah kuning menjadi rusak.  Buah manggis rusak membuat harga otomatis turun. Tentu hal itu sangat merugikan pekebun. Pasalnya, ada dua hal lain yang dapat menghambat ekspor manggis.

Getah kuning

Menurut Mika Margareta, S.T.P., M.Sc., peneliti dari Balai Pelatihan Pertanian (Bapeltan) Provinsi Lampung, untuk mengatasi getah kuning dengan cara menjaga kelembapan kebun. Caranya berikan mulsa jerami dan sekam di bawah kanopi tanaman. Tujuannya, untuk mengurangi penguapan, terutama selama musim kemarau.

Cara lainnya adalah dengan pemberian irigasi tetes di area perakaran tanaman manggis, terutama selama fase pembuahan atau fase dari bunga sampai buah siap panen. Irigasi tetes juga dibuat di antara barisan tanaman.

Teknologi ini bisa diterapkan untuk daerah minim air seperti di Kabupaten Pesisir Selatan dan Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatra Barat.

Sementara itu, di daerah rawa yang bertanah lembap seperti di Indragiri Hulu, Riau, getah bukan ancaman sehingga tak perlu irigasi tetes.

Prinsipnya, getah kuning dapat dicegah dengan menjaga kelembapan tanah sehingga buah tidak pecah. Penanganan pascapanen yang baik juga meminimalisir munculnya getah kuning, terutama di bagian kulit.

Burik buah

Permasalahan lain yang kerap mengadang peluang ekspor lainnya adalah burik buah akibat hama trips Scirtothrips dorsalis dan tungau Brevipalpus sp. Cara mengatasinya dengan dua cara, yaitu pembersihan gulma dan pembalikan tanah.

Rumput dan gulma di permukaan tanah jadi inang alternatif bagi trips penyebab bercak buah. Cara lain yakni dengan memasang perangkap serangga pengganggu.

Panen

Masalah ekspor manggis lainnya adalah penanganan panen sampai pascapanen. Mika menuturkan dalam panen sering kali umur panen tidak diperhatikan.

Kriteria buah manggis yang siap panen dapat dihitung pada umur buah 104–110 hari. Waktu panen juga sering luput dari perhatian pekebun. Waktu panen manggis sebaiknya dilakukan saat pagi pada pukul 08:00–11:00 WIB.

Pemanenan manggis bisa dengan cara memetik atau memotong pangkal tangkai buah menggunakan pisau yang tajam. Untuk mencapai buah yang tinggi dapat menggunakan tangga bertingkat dari kayu atau galah yang dilengkapi pisau dan keranjang pada ujungnya. Dengan mengatasi permasalahan itu, pekebun dapat menghasilkan buah manggis berkualitas untuk menembus pasar ekspor.

- Advertisement -spot_img
Artikel Terbaru

Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2024, Klaster Filantropi Lingkungan Hidup dan Konservasi  Gelar Tanam Pohon Serentak di 18 Provinsi

Trubus.id—Klaster Filantropi Lingkungan Hidup dan Konservasi (KFLHK) yakni Perhimpunan Filantropi Indonesia, Dompet Dhuafa, Belantara Foundation, Dompet Dhuafa Volunteer (DDV),...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img