Trubus.id— Ada tiga pedoman dalam memilih serbuk gergaji untuk media jamur shiitake. Diantaranya, pilih kayu yang sudah terjamin kualitasnya dan berhasil baik. Pilih serbuk gergaji yang mudah didapat dan jumlahnya melimpah. Lakukan penambahan dan diversifikasi nutrisi di media.
Penambahan nutrisi di media dilakukan dengan memberikan urea untuk memperkaya protein. Vitamin (thiamin) disuplai oleh bekatul. Untuk merangsang pertumbuhan tubuh buah diperlukan mineral melalui penambahan MgSO₄ atau KNO₃ plus CaSO₄ (gips).
Agar media dalam keadaan asam perlu ditambahkan citric acid. Selain cara-cara itu, perlu diperhatikan kandungan solar yang terdapat di serbuk gergaji. Umumnya penggergajian di Indonesia menggunakan solar untuk membersihkan mata gergaji.
Akibatnya solar tersebut mencemari serbuk gergaji. Karena itu pilih serbuk bebas solar atau cari penggergajian yang tidak menggunakan solar sebagai pembersih. Merendam serbuk dalam air untuk menghilangkan solar bukan cara efektif.
Dari beberapa referensi, ada yang menyarankan pengomposan serbuk gergaji terlebih dahulu. Cara ini telah lama dilakukan oleh pekebun Taiwan. Di Indonesia, perlakuan tersebut baik juga dilakukan. Terutama untuk menetralisir solar dan mempercepat dekomposisi serbuk gergaji.
Namun, tak tertutup kemungkinan sejumlah usaha komersial yang langsung menggunakan serbuk tanpa pengomposan. Untuk menjamin keaslian jenis kayu, bisa pula membeli kayu dalam bentuk gelondongan.
Selanjutnya kayu dihancurkan dengan mesin, chipper machine. Hanya yang perlu dipertimbangkan yakni membengkaknya biaya produksi untuk serbuk gergaji.
Secara umum kayu mengandung selulosa, hemiselulosa, lignin, pentosan, dan sebagainya. Unsur-unsur tersebut terdapat pada dinding sel kayu. Bagian yang terbesar adalah selulosa.
Hemiselulosa penyusun dinding sel mengandung karbohidrat. Kadarnya bervariasi antara 6%—40%. Unsur ini sulit dicerna mikroba. Andaikata bisa hanya 45%—90%. Selulosa dan hemilosa setelah diurai berubah menjadi bahan lebih sederhana hingga bisa dijadikan nutrisi.
Kedua unsur ini akhirnya berubah menjadi glukosa dan air serta produk lain. Selain hemiselulosa, lignin juga tahan terhadap penguraian mikroba, sehingga proses pelapukan kayu amatlah lambat. Karena itu kayu yang mengandung lignin tinggi tak disarankan dipakai.
Dalam pertumbuhan, jamur memang memerlukan nutrisi, seperti karbohidrat, lemak dan protein. Protein berfungsi merangsang pertumbuhan miselia. Sedangkan lemak digunakan sebagai sumber energi untuk mengurai zat pokok di atas.
