Trubus.id — Ubi jalar, singkong, dan talas mengandung karbohidrat tinggi sebagai sumber energi. Di tangan peracik makanan, umbiumbian menjadi bahan dasar menu makanan lezat.
Namun, di tangan perangkai bunga, umbi-umbian berubah menjadi karya seni yakni rangkaian bunga memikat mata. Lihat saja kreasi perangkai bunga di Jakarta Utara, Jessica Permata. Ia mengeksplorasi aneka umbi untuk membuat rangkaian bertema boneka sawah.
Jessica menggunakan instalasi berupa kayu berkaki tiga sebagai tempat meletakkan materi flora. Kaki kayu itu berselimutkan daun palem bismarck Bismarckia nobilis kering yang diikat dengan tali.

Inspirasi
Jessica memakai teknik grouping untuk menciptakan rangkaian idamannya. Pada bagian atas instalasi, ketua Dewan Perwakilan Cabang Ikatan Perangkai Bunga Indonesia (DPC IPBI) Jakarta Utara itu memasang penampi beras dari anyaman bambu untuk menempatkan umbi dan flora. Ia mendaulat kentang, ubi, singkong, talas, bengkuang, dan bit.
Adapun flora yang mendampingi antara lain kalatea kuning, honje merah, hanjuang, asparagus bintang, dan dracaena. Jessica pun menyertakan daun palem yang diwarnai emas bergradasi merah muda.
Rangkaian karya Jessica semakin unik lantaran ia menambahkan wadah dari anyaman bambu yang berisi bawang putih. Adapula sorgum dan kaspea kering. Pada puncak rangkaian, ia meletakkan caping alias topi dari anyaman bambu.
Jessica membuat satu rangkaian mini di bagian bawah instalasi. Ia memanfaatkan ranting artifisial untuk menyambungkan kedua rangkaian. Rangkaian itu berada dalam wadah yang terbuat dari anyaman bambu. Jessica meletakkan sorgum, helikonia, kalatea, dan asparagus bintang.

Inspirasi merangkai bunga bisa datang dari materi flora apa saja umbian. Perangkai dapat berimajinasi untuk menghadirkan rangkaian yang menarik. Perangkai bunga di Jakarta Pusat, Amanda Iskandar, memilih umbi wortel untuk menghadirkan rangkaian bunga nan artistik sebagai penghias meja.
Ia menggunakan vas kaca bening berisi floral foam sebagai wadah untuk merangkai. Ia menancapkan gerbera, tulip, marigold, alstromeria, dan ammi majus. Sementara wortel yang berhiaskan lilitan kawat berwarna emas ditata sedemikian rupa di sisi kanan dan kiri rangkaian.
Rangkaian milik ketua DPC IPBI Jakarta Pusat itu kian atraktif dengan penambahan aksesori boneka kelinci. Di tangan Amanda, lobak pun tampil istimewa dalam rangkaian bunga estetis.

Futuristik
Amanda bahkan mengubah irisan lobak menjadi bentuk spiral yang diletakkan di bawah rangkaian. Ia memadukan lobak bersama gerbera, krisan, tulip, marigold, ammi majus, dan caisim mini. Perangkai bunga di Jakarta Selatan, Anastasia Ferwidyasari, juga berkreasi dengan bermacam umbi untuk mewujudkan buket bunga nyentrik.
Sisi — sapaan akrab Anastasia Ferwidyasari—mengambil ubi jalar ungu, ganyong Canna discolor, kentang hitam Plectranthus rotundifolius dan garut Maranta arundinacea. Ia sengaja mempertahankan bentuk asli umbi supaya tampak menonjol.

Selanjutnya, Sisi menambahkan bunga mawar jingga, solidago, agapanthus, dan daun ruskus. Keunikan umbi pun menggelitik hati Maria Theresia Dellaocta. Dellaocta menjadikan bit sebagai materi rangkaian. Uniknya, ia menata umbi anggota keluarga Amaranthaceae itu di atas kaca berbentuk lingkaran.
“Bentuk itu terinspirasi dari mainan anak labirin,” kata Dellaocta. Pada punggung umbi, ia menancapkan kawat yang saling menyambung antara umbi satu dengan lainnya. Perangkai bunga di Jakarta Selatan itu sukses mengubah umbi bit menjadi rangkaian bunga berkonsep futuristik.(Andari Titisari)
