Friday, January 16, 2026

Tiga Ukuran Bibit Kerapu Siap Tebar

Rekomendasi
- Advertisement -

Trubus.id— Peternak memiliki tiga pilihan bibit kerapu siap tebar, berukuran 2,7— 3 cm, 6—8 cm, atau di atas 10 cm. Besaran ukuran bibit saat penebaran memengaruhi durasi budidaya.

Bibit berukuran 2,7—3 cm untuk segmen pembesaran awal. Ukuran 6—8 cm untuk bibit tebar di tambak dan ukuran di atas 10 cm bibit untuk segmen pembesaran di keramba jaring apung (KJA).

Pembenih kerapu di Desa Pasirputih, Kecamatan Bungatan, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, Bambang Hadidoso, menetaskan rata-rata 600.000 telur per bulan. Ia memperoleh telur kerapu cantang dari Balai Perikanan Budidaya Air Payau (BPBAP) Situbondo.

Pembenih itu membeli satu wadah berisi 25.000 telur kerapu terbuahi. Bambang membeli sekaligus 24 wadah atau total 600.000 butir. Pilihan membeli telur lebih praktis. Biaya untuk merawat indukan dan pemijahan relatif mahal.

“Butuh kolam besar, kualitas air selalu terjaga (sirkulasi nonsetop) dan pemberian pakan optimal agar konsisten bertelur,” kata Bambang.

Berselang 12—24 jam telur menetas dan menjadi burayak. Menurut Bambang hatchery rate atau daya tetas telur mencapai 10—15%. Artinya, Bambang memperoleh 2.500—3.750 burayak per wadah.

Pemeliharaan burayak di kolam semen berukuran 2 m × 1 m. Kedalaman air laut di kolam itu hanya 50—75 cm dan berpopulasi 500—1.000 burayak. Pemberian pakan burayak 2 hari setelah menetas karena masih mengandalkan cadangan pakan alami di tubuh.

Pakan untuk burayak antara lain plankton dan artemia. Setelah burayak relatif besar berumur lebih dari 30 hari, barulah mendapatkan pelet berukuran sangat kecil. “Pelet burayak belum diproduksi dalam negeri, masih impor,” kata Bambang.

Ketua Perkumpulan Pembenih Ikan Laut (Perpila) itu memanen burayak berukuran 2,7—3 cm pada 50—60 hari sejak penetasan. Sintasan burayak rata-rata 10—15%. Harap mafhum, sintasan burayak rendah karena amat rentan mati jika kualitas air berubah.

Masa pembenihan dari telur hingga siap panen burayak selama 50—60 hari. “Panen secara bertahap karena pertumbuhan kadang tidak seragam,” kata Bambang. Ia menjualnya Rp2.500—Rp3.000 per ekor. Jika sintasan 10% biaya produksi sekitar Rp1.000 per ekor.

Bambang memilih kerapu cantang, hasil persilangan kerapu kertang jantan dan betina jenis macan. “Pertumbuhan cantang lebih cepat dibandingkan dengan kedua indukannya,” kata Bambang.

Pada tahap berikutnya, pembenih membesarkan kerapu berukuran 2,5—3 cm itu. Pembesaran hingga benih berukuran 6—8 cm dan lebih dari 10 cm. Durasi pembesaran 3—5 pekan agar mencapai ukuran 6—8 cm atau 7 pekan untuk mencapai 10 cm.

Artikel Terbaru

Mengenal Superflu: Benarkah Ini Penyakit Baru?

Belakangan ini istilah "superflu" mendadak ramai dibicarakan. Menurut dosen dari Fakultas Kedokteran, Institut Pertanian Bogor (IPB), Dr. dr. Desdiani,...

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img