Sunday, May 19, 2024

Tip Rawat Platycerium Agar Berpenampilan Prima

Rekomendasi
- Advertisement -

Trubus.id—Tiga Platycerium ridleyi tumbuh merana setelah Zulvikar Abi Calief menempati rumah baru di Kota Batu, Provinsi Jawa Timur. Lama-kelamaan P. ridleyi milik Zulvikar mengering dan mati.

Padahal perawatan simbar menjangan—sebutan lain platycerium—itu sama saat ia masih menetap di Kota Banjarbaru, Provinsi Kalimantan Selatan. Penyiraman rutin dan penempatan P. ridleyi di tempat yang ternaungi.

Setelah pengamatan setahun, penyebab kematian P. ridleyi setelah pindah ke Kota Batu yaitu media tanam berupa moss putih (sphagnum moss). Menurut Zulvikar moss putih cenderung mudah asam dan terlalu mudah menyerap kelembapan.

Akibatnya platycerium menjadi mudah basah. Moss putih sangat bagus untuk menjaga kelembapan, tetapi tidak cocok untuk P. ridleyi. “Platycerium kurang suka kondisi yang terlalu basah,” kata Zulvikar.

Oleh sebab itu, perhatikan penyiraman agar tidak berlebihan (overwater). Gejala awal kelebihan air yakni busuk dan lama-kelamaan mengering. Setelah diuji coba, ternyata media tanam platycerium yang paling cocok di Kota Batu yakni akar kadaka atau moss hitam.

“Akar kadaka sangat mudah kering dan tidak menahan kelembapan secara berlebihan,” kata Zulvikar.

Akar kadaka hanya basah 2—3 hari setelah perendaman dan setelah itu mengering. Untuk pemupukan, Zulvikar hanya memberikan pupuk majemuk lambat urai (slow release) 6 bulan sekali. Pemupukan pada media tanam di bagian belakang shield yang tertutup.

Jika menggunakan pupuk organik cair, berikan 3 bulan sekali dengan cara disemprot pada bagian pangkal daun fertil. “Sebetulnya pemupukan jangan terlalu sering karena di alam pun mereka tidak mendapat pupuk,” kata Zulvikar.

Pemupukan memang tergantung pengalaman masingmasing pehobi. Menurut Zulvikar yang tak kalah penting yakni paparan sinar matahari terutama untuk P. ridleyi yang menyukai sinar matahari pagi.

“Jadi jangan pelihara P. ridleyi di bawah naungan tanpa sinar matahari,” kata Zulvikar. Ia meletakkan platycerium di bawah naungan satu lapis jaring peneduh karena sinar matahari di Kota Batu tidak terlalu terik.

- Advertisement -spot_img
Artikel Terbaru

Omzet Jutaan dari Berkebun Kakao Intensif

Trubus.id—Pekebun kakao di Kabupaten Luwu, Provinsi Sulawesi Selatan, Baramang mendapatkan omzet hingga Rp297 juta per tahun dari berkebun kakao....
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img