Wednesday, January 28, 2026

Tren Terkini dan Prospek Pasar Teh & Kopi di Fi Asia Thailand 2025

Rekomendasi
- Advertisement -

Industri teh dan kopi tidak lagi sekadar bicara minuman penyemangat hari. Dalam konferensi internasional Emerging Trends in Tea and Coffee Extracts yang menjadi bagian dari Food Ingredients Asia (Fi Asia) Thailand 2025 dan Vitafoods Asia 2025 di Queen Sirikit National Convention Center (QSNCC), Bangkok, Thailand, para pakar sepakat bahwa masa depan teh dan kopi ditentukan oleh tiga kata kunci: kesehatan, inovasi, dan pengalaman konsumen.

Tea and Coffee Institute of Mae Fah Luang University, Thailand, Assist. Prof. Piyaporn Chueamchaitrakun, memaparkan bahwa pasar global teh bernilai sekitar US$17 miliar pada 2024  dan diproyeksikan terus tumbuh hingga 2030. Faktor pendorong utamanya yaitu kandungan bioaktif seperti epigallocatechin gallate (EGCG) yang kaya antioksidan serta tren produk ekstrak teh untuk nutrasetikal, kosmetik, hingga pangan fungsional.

Sementara pasar kopi global mencapai US$190 miliar pada 2024 dan diprediksi tumbuh pesat hingga 2035. Lonjakan konsumsi dipicu generasi muda yang mencari cita rasa unik, gaya hidup modern, dan kopi sebagai identitas sosial.

Inovasi rasa

Sales Director South East Asia Silesia Flavours South East Asia Pte. Ltd., Singapura, Chong Kam Chun, menyoroti perubahan selera konsumen. Jika dahulu kopi identik dengan rasa klasik, kini anak muda Asia mencari pengalaman baru: kopi rasa buah, cold brew, hingga kombinasi matcha-coffee latte. Data menunjukkan, pasar kopi panas di Asia tumbuh 8% per tahun, melampaui rata-rata global.

Sales Director South East Asia Silesia Flavours South East Asia Pte. Ltd., Singapura, Chong Kam Chun.

Selain itu, inovasi rasa–mulai dari hazelnut, vanila, hingga kelapa khas Vietnam–mendorong pasar ready-to-drink (RTD) dan 3-in-1 kopi. Tren ini sejalan dengan laporan Global Data (2024) yang mencatat kenaikan 61% peluncuran produk kopi dengan varian karamel dan cokelat di Asia dalam setahun terakhir.

Menurut Sales and Marketing Director Yearrakarn Co. Ltd. Thailand, Aemmika Kamjai, generasi muda tidak hanya membeli minuman untuk fungsi kafein. Mereka menginginkan nilai emosional, estetika kemasan, dan pengalaman yang bisa dibagikan di media sosial. Produk dengan klaim kesehatan, rendah gula, dan sentuhan lokal (misal teh herbal Thailand dipadukan jahe atau mentimun) menjadi incaran pasar.

Selain tren rasa, industri teh dan kopi menghadapi tantangan serius. Perubahan iklim menurunkan produksi di banyak wilayah penghasil utama. Regulasi perdagangan dan pajak gula di negara-negara Asia Tenggara (seperti Thailand dan Vietnam) juga menjadi faktor penentu strategi produsen

Oleh karena itu, keberlanjutan kini menjadi syarat mutlak. Mulai dari praktik penanaman beretika, pengemasan ramah lingkungan, hingga edukasi konsumen soal jejak karbon secangkir kopi atau teh.

Peluang terbuka

Para pembicara sepakat, arah industri teh dan kopi bergerak dari sekadar minuman harian menuju ekosistem inovasi. Yang pertama produk fungsional berupa ekstrak teh atau kopi untuk kesehatan otak, energi, hingga kecantikan. Kedua RTD dan 3-in-1 premium yang sesuai tren praktis dan tetap sehat. Ketiga kolaborasi lintas sektor: universitas, industri, dan start-up untuk menciptakan inovasi berkelanjutan.

Tren pasar kopi dan teh cenderung bertambah setiap tahun. (Foto: Dok. Peter Olexa/Pixabay)

Seperti disampaikan Piyaporn, “Teh dan kopi bukan lagi hanya soal secangkir minuman. Ini tentang bagaimana kita menjadikannya bagian dari gaya hidup sehat, berkelanjutan, dan penuh nilai tambah”.

Konferensi internasional di Fi Asia Thailand 2025 dan Vitafoods Asia 2025 menunjukkan bahwa masa depan teh dan kopi di Asia bukan hanya soal rasa, tetapi juga kesehatan, pengalaman, dan keberlanjutan. Dengan pasar yang terus tumbuh dan konsumen muda yang haus inovasi, peluang industri ini terbuka lebar—asal pelaku bisnis berani beradaptasi dengan cepat.

Artikel Terbaru

Madu Herbal Rahasia Bugar Setiap Saat

Bagi sebagian besar orang termasuk Dede Rizky Permana, pandemi Covid-19 merupakan masa penuh kecemasan. Meski begitu ada kebiasaan kecil...

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img