
Tampil trendi berbalut rangkaian bunga nan eksotis.
Trubus — Penampilan khas Wendy Andrade NDSF AIFD FBFA selalu mengenakan aksesori berupa bunga. Perangkai bunga dari Inggris itu menciptakan berbagai perhiasan floral yang mengesankan. Jika bosan mengenakan kalung yang itu-itu saja, sesekali kenakan kalung penuh bunga kreasi Wendy. Ia membuat kalung bernuansa hijau itu dari kumparan kawat aluminium tipis berwarna hijau yang dibuat serupa daun.

Ia lantas melilitkan bentuk daun itu pada kawat aluminium lain yang berdiameter lebih besar. “Membentuk struktur seperti ini harus jeli dan detail agar rangkaian stabil,” kata Wendy. Perangkai itu mengusung warna analog pada kalung bikinannya. Ia memilih paduan warna hijau dan kuning sehingga menimbulkan kesan segar dan ceria. Wendy memanfaatkan hiperikum, krisan, dan eryngium sebagai bahan kalung.
Sedikit bunga
Wendy menuturkan untuk menghasilkan perhiasan floral nan artistik hanya butuh sedikit jenis bunga, tetapi dalam jumlah banyak. Mayoritas perempuan menyukai segala sesuatu yang menunjukkan sifat kewanitaan. Oleh karena itu, Wendy membuat kalung bergaya feminim. Pada rangkaian kedua, ia memilih kawat dan bunga berwarna merah jambu keunguan.

Mula-mula ia membentuk rangka kalung dari kawat ungu berukuran kecil yang dililitkan pada kawat besar. Selanjutnya, ia meletakkan anggrek dendrobium dan vanda, serta manik-manik. Penulis buku Fresh Floral Jewelry: Creating Wearable Art with Wendy Andrade itu menyusun materi flora pada posisi berurutan. Ada yang dipasang di depan kawat, ada pula yang di belakang kawat.
Rangkaian tampak 3 dimensi. Rangkaian bunga karya Wendy itu berkesan glamor. Paduan perhiasan dengan gaun sederhana sudah cukup menyempurnakan penampilan. Perempuan itu juga menghasilkan kalung yang terinspirasi dari corak warna etnik. Kalung bikinan Wendy itu mengangkat paduan warna hijau kekuningan dan biru. Kalung terbuat dari rangka kawat sepanjang perut orang dewasa.

bernuansa etnik.
Kiat Wendy mendapatkan bunga berwarna biru dengan mengecat bunga kering. Adapun untuk bunga berwarna hijau kekuningan ia menggunakan dendrobium, krisan, dan bunga statis. Wendy unjuk kebolehan merangkai bunga perhiasan itu pada acara demo merangkai bunga yang diselenggarakan oleh Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Perangkai Bunga Indonesia (DPP IPBI) di Kelapagading, Jakarta Utara, 5 Maret 2019.
Karakter
Ketua panitia, Andy Djati Utomo SSn AIFD CFD, menuturkan setiap perancang bunga mempunyai keahlian yang khas. Itu yang menjadi nilai lebih dari seorang perangkai bunga. “Wendy merupakan desainer bunga yang memiliki kecakapan merangkai bunga dalam wujud perhiasan, ” kata Andy.

Menurut ketua umum DPP IPBI, Lucia Raras, dunia merangkai bunga kian berkembang. Rangkaian bunga tak melulu dalam vas, tetapi bisa juga diwujudkan dalam bentuk aksesori. Selama ini masyarakat lebih akrab dengan rangkaian bunga konvensional baik buket, hantaran, maupun rangkaian penghias ruangan. Hanya sedikit yang mengetahui bahwa rangkaian bunga juga bisa diwujudkan dalam desain fashion.
Pada acara yang berlangsung di Hotel Shantika itu Wendy juga menunjukkan kecakapannya membuat rangkaian bunga meja. Masih mengandalkan kawat sebagai materi rangkaian, ia menyelimuti kawat aluminium dengan benang wol hijau. Ia meletakkan kawat itu di pinggir vas. Rangkaian berisi flora berwarna hijau dan putih. Flora hijau yang digunakan antara lain anyelir, daun skimia, dan daun pitostorum. Sementara flora putih terdiri dari mawar, ornithogalum, dan hellebore.
Seorang perempuan setidaknya mengenakan satu aksesori. Sebut saja anting, gelang, cincin, kalung. dan hiasan kepala. Kreasi Wendy menjadi inspirasi ketika kaum perempuan bingung menentukan aksesori. Sesekali boleh juga mencoba perhiasan penuh bunga jika ingin kondangan, reuni, arisan, atau sekadar bertemu kolega. Perhiasan floral itu memperelok tampilan. (Andari Titisari)
