Sunday, January 25, 2026

Universitas Pakuan Bersama Belantara Foundation Gelar Edukasi Keanekaragaman Hayati Indonesia

Rekomendasi
- Advertisement -

Trubus.id—Prodi Manajemen Lingkungan Sekolah Pascasarjana, Prodi Biologi dan Prodi Ilmu Komputer Fakultas MIPA, Universitas Pakuan, menggandeng Belantara Foundation menyelenggarakan edukasi keanekaragaman hayati.

Kegiatan itu dikemas melalui Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM). Tujuannya untuk meningkatkan literasi siswa tentang keanekaragaman hayati Indonesia. Kegiatan itu terselenggara di SMAN 1 Sukaraja Kabupaten Bogor pada Rabu, 23 Oktober 2024.

Edukasi tentang biodiversitas Indonesia itu dikemas melalui Belantara Goes To School, yang merupakan rangkaian program Muda-Mudi Konservasi Belantara yang dipadukan dengan implementasi program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Hibah Internal Universitas Pakuan pada 2024.

Dok. Belantara Foundation

Kerja sama apik antara insan akademik dengan sebuah Lembaga Swadaya Masyarakat atau NGO itu meliputi kegiatan kuliah umum tentang keanekaragaman hayati Indonesia dan pengembangan situs  Quiz Game Kehati terintegrasi dengan website SMAN 1 Sukaraja yang bisa diakses baik oleh siswa maupun masyarakat luas.

Kegiatan lain praktek lapang untuk mengidentifikasi kehati sekitar sekolah yang hasilnya dituangkan dalam bentuk lomba pembuatan poster dan konten reels di Instagram. Selain itu, pelatihan pada beberapa guru untuk meningkatkan kapasitasnya dalam mengembangkan dan mengelola situs Quiz Game Kehati.

Dosen Universitas Pakuan yang juga Direktur Eksekutif Belantara Foundation, Dr. Dolly Priatna,  menuturkan bahwa kegiatan PKM itu bertujuan untuk meningkatkan literasi pengetahuan dan pemahaman siswa sekolah mengenai keanekaragaman hayati Indonesia. Kegiatan itu juga menggunakan metode inovatif dan interaktif, seperti permainan kuis melalui media sosial.

“Pada umumnya siswa sekolah menengah atas di Indonesia masih memiliki pengetahuan yang terbatas, sehingga sering terjadi kesalahpahaman tentang konsep kehati, khususnya dalam pelestarian dan sebaran flora dan fauna,” ujar Dolly.

Ia menuturkan hal itu salah satunya disebabkan oleh ketidak konsistenan materi pembelajaran dan buku referensi yang digunakan di dalam kelas. Selain itu, lemahnya pemahaman siswa disebabkan oleh kurangnya konten ekologi dalam bahan ajar, karena banyak tenaga pendidik kesulitan menghubungkan konsep teoretis dengan contoh kehidupan nyata yang relevan dengan pengalaman siswa.

Menurut Dolly, keanekaragaman hayati di Indonesia yang menjadi sumber plasma nutfah dalam pengembangan industri di berbagai sektor, mulai dari sektor pertanian dan perikanan hingga  sektor industri makanan dan obat-obatan. Hal itu menjadi aset bangsa yang tak ternilai.

“Melalui edukasi peningkatan literasi keanekaragaman hayati yang ditujukan bagi siswa sekolah, kami berharap masyarakat khususnya siswa sekolah sebagai penerus generasi, semakin sadar dan paham akan pentingnya keanekaragaman hayati dalam mendukung pembangunan yang berkelanjutan di berbagai sektor tadi,” ujarnya.

Dolly, yang juga sebagai Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Pakuan, menegaskan perlu adanya pengembangan dan inovasi untuk meningkatkan strategi dan sumber daya pendidikan untuk menumbuhkan pemahaman yang lebih mendalam tentang keanekaragaman hayati pada siswa sekolah menengah atas di Indonesia.

Kepala SMAN 1 Sukaraja Kabupaten Bogor, Dra. Hj. Emi Rosmiami, M.Pd., saat memberikan sambutan mengatakan bahwa pihaknya menyambut baik dan mendukung penuh pada kegiatan PKM yang digagas oleh Universitas Pakuan bersama Belantara Foundation.  

Saat ini tercatat terdapat 1.080 orang siswa dan 55 orang guru di SMA Negeri 1 Sukaraja. Ia menuturkan bahwa pengetahuan tentang kehati Indonesia didapatkan oleh siswa melalui Mata Pelajaran Biologi dan Geografi.

Dengan waktu pengajaran yang terbatas yaitu pada jadwal yang telah ditetapkan serta sistem pembelajaran yang masih konvensional dalam hal metode tatap muka, ceramah, serta penggunaan buku teks maka dibutuhkan sebuah inovasi sistem pembelajaran yang lebih menarik dan interaktif guna untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman siswa tentang kehati.

Emi menjelaskan bahwa ia dan tim tengah mengajak dan menggalakan gerakan peduli dan berbudaya lingkungan hidup bagi siswa dan guru.

“Kegiatan PKM itu selaras dengan komitmen kami sebagai sekolah Adiwiyata dan merupakan implementasi dari Visi SMAN 1 Sukaraja yaitu mewujudkan sekolah yang berprestasi berlandaskan iman dan taqwa, menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi serta berwawasan lingkungan yang berkebinekaan,” ujarnya.

“Dengan demikian, sudah menjadi kebutuhan bahwa pengetahuan tentang konservasi alam dan lingkungan, khususnya tentang kehati bagi siswa di SMAN 1 Sukaraja ditingkatkan,” ujarnya.

Ia menuturkan pengetahuan tentang konservasi kehati berperan penting dalam menumbuhkan perilaku ramah lingkungan di kalangan siswa sekolah. Pemahaman itu tidak hanya meningkatkan kesadaran mereka namun juga membentuk sikap dan tindakan mereka terhadap keberlanjutan.

Artikel Terbaru

Madu Herbal Rahasia Bugar Setiap Saat

Bagi sebagian besar orang termasuk Dede Rizky Permana, pandemi Covid-19 merupakan masa penuh kecemasan. Meski begitu ada kebiasaan kecil...

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img