Sunday, January 25, 2026

Varietas Cabai Baru Genjah dan Tahan Penyakit

Rekomendasi
- Advertisement -

Trubus.id—Cabai milik petani asal Desa Marga Cinta, Kecamatan Leuwigoong, Kabupaten Garut, Provinsi Jawa Barat, Obur Bahtiar minim terserang penyakit. Dari kebun berisi 20.000 tanaman cabai milik Obur, hanya sekitar 200 tanaman yang terserang aneka penyakit seperti layu bakteri, busuk batang, dan virus gemini.

Sisanya tanaman tumbuh sehat. Dengan kata lain hanya 1% tanaman cabai milik Obur yang terserang penyakit. “Meskipun vektor penyakit seperti kutu kebul dan trips menyerang khususnya saat musim hujan, tetapi tanaman tetap menghasilkan buah yang mulus,” ucap Obur.

Biaya produksi cabai di kebun berelevasi 650 meter di atas permukaan laut (m dpl) itu juga lebih hemat hingga 20%. Apa rahasia Obur bisa sehingga hanya sedikit tanaman terserang penyakit dan menghemat biaya produksi?

Rahasianya ia menanam cabai keriting varietas Tangguh yang tahan serangan virus dan  cendawan pemicu beragam penyakit. Pria berumur 33 tahun itu mengatakan, masa panen cabai Tangguh juga tergolong genjah yakni 75 hari setelah tanam (hst). Daya simpan cabai juga tergolong baik karena mampu bertahan 4—5 hari dalam kondisi segar pada suhu ruang.

Product Marketing Hot Pepper PT East West Seed Indonesia (Ewindo), Khaton Fajar Setyawan, S.P., M.M., mengatakan, cabai Tangguh sangat tahan terhadap layu bakteri, busuk batang, dan virus gemini.

“Cabai Tangguh berasal dari tetua cabai keriting (CK) jantan dengan kode galur (43167×41797-70-B-B-8-38-B-B-B-B-B-B) dan tetua betina cabai keriting (CK) dengan kode galur 43791-0-12- 5-5-21-B,” kata Khaton. Tinggi tanaman mencapai 97,63—116,25 cm dengan diameter batang 2,23—3,12 cm.

Cabai mengeluarkan bunga saat tanaman berumur 29—31 hst dan panen pada 73—75 hst. Panjang buah 16,68—18,17 cm, diameter 0,82—0,93 cm, dan bobot 4,66—6,45 gram per buah. Tangguh menghasilkan 1,11—1,52 kg cabai per tanaman dengan potensi hasil 14,87—21,40 ton per ha dan populasi mencapai 22.222 tanaman per ha.

Lebih lanjut Khaton mengatakan, penanaman varietas itu cocok di dataran rendah hingga medium (0—800 m dpl) dengan jarak tanam 40 cm x 40 cm hingga 40 cm x 50 cm.

“Cabai Tangguh merupakan varietas cabai yang sudah sangat ditunggu oleh para petani karena dapat menjawab tantangan cuaca yang tidak menentu dan cukup tangguh ditanam di segala musim,” ucap magister manajemen bisnis alumnus Universitas Brawijaya itu.

Artikel Terbaru

Madu Herbal Rahasia Bugar Setiap Saat

Bagi sebagian besar orang termasuk Dede Rizky Permana, pandemi Covid-19 merupakan masa penuh kecemasan. Meski begitu ada kebiasaan kecil...

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img