Tema sepasang wayang golek itu dipilih Dewi saat mengikuti lomba merangkai bunga yang digelar Newline Floral Education Centre di Senayan City Mall, Jakarta Pusat awal Agustus lalu. Dalam pagelaran bertajuk Bhineka Bungaku, Satu Negeriku itu semua peserta wajib menampilkan rangkaian bertema Indonesia. ‘Saya pilih wayang golek karena warisan budaya yang karakternya khas dan eksotis,’ kata Dewi.
Rangkaian yang diselesaikan Dewi selama sehari itu banyak menuai pujian. ‘Idenya sangat orisinil. Tema wayang golek belum pernah digunakan perangkai lain sebelumnya,’ puji Teresa Maria Ineke Turangan, perangkai bunga profesional sekaligus pengajar di Newline Floral Education Centre di Jakarta. Futoy yang lazimnya dipasang lurus vertikal ke atas malah digunakan Dewi sebagai aksen sarung yang melengkung dan menjuntai ke bawah.
Pusat perhatian
Teresa-lulusan American Institute of Floral Designer-juga memuji Dewi yang menuangkan bentuk wayang golek dengan media bunga secara halus dan tersirat, bukan replika kasar wayang golek. Pujian Teresa itu tak berlebihan karena juri lomba Christina Pang dari Singapura dan Wendy Mandik dari Ikatan Perangkai Bunga Indonesia (IPBI) akhirnya menobatkan rangkaian itu sebagai juara pertama mengalahkan 15 peserta lainnya.
Desainnya sederhana tapi elegan. Bahan tanaman juga khas Nusantara sehingga tema Indonesia kuat,’ kata Wendy. Lihat saja, nepenthes, daun tombak irian, dan bunga jahe yang asli Indonesia dipasang pada titik-titik yang menjadi emphasis-pusat perhatian-dalam rangkaian.
Posisi jawara ke-2 diraih rangkaian bunga karya Djuana, Mita, dan Vie Vie. Ketiga perangkai itu berkolaborasi menciptakan satu rangkaian berbentuk lingkaran menyerupai hati. Tingginya 2 m dan lebar 1,5 m. Rangkaian dengan kontruksi utama rangka besi berbalut ijuk itu bertema Aku Cinta Indonesia.
Rangkaian dengan ornamen bunga anthurium, anggrek james story, mawar, dan bunga enau itu mengalahkan karya Rex Cokrowibowo yang harus puas di posisi ketiga. Toh jawara ke-3 itu tetap mencuri perhatian juri dan penonton. Pasalnya Rex memajang tiga bunga anthurium merah dan putih layaknya bendera Indonesia. Rupanya itu bukan varietas baru di keluarga Araceae, tapi anthurium bunga berkelopak merah yang dicat putih setengahnya.
Ikebana
Tema Indonesia juga muncul di kontes rangkaian bunga yang digelar Trubus bekerja sama dengan UPT Pusat Promosi dan Pemasaran Hasil Pertanian dan Hasil Hutan, Dinas Kelautan dan Pertanian Provinsi DKI Jakarta di Rawabelong, Jakarta Barat, awal Agustus 2009. ‘Gebyar Kemerdekaan’ menjadi tajuk kontes itu untuk menyambut hari ulang tahun kemerdekaan RI pada 17 Agustus.
Di kontes itu peserta terbagi dalam dua kelas: amatir dan profesional. Peserta diminta merangkai bunga dalam waktu sejam. Itu berbeda dengan kontes di Senayan City Mall, di sana peserta melombakan rangkaian yang dibuat di rumah.
Di Rawabelong 3 juri-Wendy Mandik, Lily Sutanto, dan Mimi Sumiati-dari IPBI Jakarta Barat sepakat memilih rangkaian karya Sindhunata sebagai kampiun di kelas profesional. Rangkaian bertema Merah Putih Benderaku itu banyak memakai teknik shadowing. Teknik yang bertujuan membayangi suatu objek itu tampak pada sepasang Philodendron xanadu, sepasang futoy, dan sepasang palem hijau yang dipilin. Karya Sindhunata itu mengalahkan rangkaian karya Y Triono dan Apri. Keduanya meraih juara ke-2 dan ke-3.
Di kelas amatir yang diikuti perwakilan ibu-ibu Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PK) dari 25 kecamatan di Jakarta juga menarik. Rangkaian dari PK Kecamatan Cilandak jadi primadona juri Mirawati T, Nancy Mudali, dan Santi Pribadi dari IPBI Jakarta Barat. Yang menarik, ia juga pilihan favorit Tatiek Fauzi Bowo, istri gubernur DKI Jakarta.
Putri bunga
‘Rangkaian ini menganut teknik ikebana sehingga terkesan minimalis, tapi enak dilihat karena tak terlalu banyak bunga dan warna. Teknik gradasi ketinggian pun membuatnya makin seimbang,’ kata Tatiek yang pernah mengikuti kursus merangkai bunga di Jepang.
Di tempat yang sama, empat hari pascakontes merangkai bunga, Trubus juga memilih putri bunga yang diikuti 19 peserta perwakilan kecamatan di Jakarta. Yunita Rachma dinobatkan sebagai juara ke-1 oleh juri Shanti, Karjono, dan Edi Amd. Selain kostum dengan aksen bunga mataharinya serasi, Yunita mampu menjawab semua pertanyaan tentang bunga. (Nesia Artdiyasa)
Rangkaian karya Cornelia Dewi Sartika bertema Wayang Golek, jawara di Senayan City Mall, ide orisinil dan belum pernah dibuat perangkai lain
Juara Tema Perangkai Asal
1 Wayang Golek Cornelia Dewi Sartika Jakarta
2 Aku Cinta Indonesia Djuana, Mita, dan Vie Vie Jakarta
3 Cinta Tanah Air Rex Cokrowibowo Jakarta
Memukau di Senayan City Mall
Anthurium berkelopak merah putih pada rangkaian
karya Rex Cokrowibowo curi banyak perhatian
penonton dan juri di Senayan City Mall
Rangkaian Djohana, Mita, dan Vie Vie. Juara II
di Senayan City Mall, tema Aku Cinta Indonesia
Rangkaian karya Sindhunata, juara ke-1 kelas profesional kontes Rawabelong. Gunakan teknik shadowing
Kelas Juara Perangkai Asal
Profesional
1 Sindhunata Jakarta Utara
2 Y Triono Jakarta Barat
3 Apri Jakarta Barat
PKK
1 Yati Syambudi PKK Kelurahan Gandaria Selatan, Kecamatan Cilandak, Jakarta Selatan
2 Suminah PKK Kelurahan Petojo Selatan, Kecamatan Gambir, Jakarta Pusat
3 Antika Narasanti PKK Kelurahan Cempakaputih Timur, Kecamatan Cempakaputih, Jakarta Pusat
Juara Nama Asal
1 Yunita Rachma Kecamatan Cengkareng, Jakarta Barat
2 Hedytia Shabrina Kecamatan Slipi, Jakarta Barat
3 Ayi Saptia Kecamatan Rawabelong, Jakarta Barat
Favorit Miftah Kecamatan Cakung, Jakarta Timur
Putri Bunga 2009
Yunita Rachma (berbaju kuning), juara ke-1 putri bunga di Trubus Agro Expo di Rawabelong, Jakarta Barat
Rangkaian karya Apei unik dengan bola rotan
dalam gelas. Juara ke-3 kontes di Rawabelong kelas
profesional
Juara ke-3 kelas amatir kontes di Rawabelong.
Anthurium berkelopak merah jadi pusat perhatian
Rangkaian karya Yati Syambudi, PKK Kecamatan
Cilandak, Jakarta Selatan, menganut teknik ikebana.
Juara ke-1 kelas amatir dan juara favorit di Rawabelong
