Sunday, August 14, 2022

Yang Muda Yang Berjaya

- Advertisement -spot_img
Must Read
- Advertisement -spot_img

Keandalan Golds Chester bergaya di catwalk memang tak perlu diragukan.  Serama kebanggaan Vicky dari Jakarta itu juga pernah mencuat saat kontes di Gresik pada April 2011. ‘Golds Chester, sangat interaktif. Ketika mendengar tepuk tangan pengunjung, gayanya semakin menjadi-jadi,’ kata Rudiasfie Sjofinal, juri dari Jakarta.   Pesaingnya, Goldenfox, klangenan Edo dari Palembang yang menjuarai kelas jantan dewasa B, kalah ngotot. Pemilihan BOB diikuti 4 serama juara dari kelas jantan dewasa A, jantan dewasa B, jantan muda, dan jantan remaja. Para juri semula menjagokan Romeo dari kelas jantan dewasa A.  Serama kelahiran Malaysia milik Fadri Indrawan di Lampung itu mempunyai  gaya luar biasa atraktif.  Itu terlihat saat bertanding di kelasnya mengalahkan Perahu Hitam kepunyaan Arifin Februarius Husin dari Palembang.

‘Ini belum seberapa heboh dibanding biasanya  kala berlaga di kontes di negara asalnya,’ ujar Arie – sapaan Fadri Indrawan – sambil menunjukkan rekaman videonya.  Sayang, Romeo di pemilihan BOB  justru tampil  tidak sesuai performa, malah cenderung diam.  ‘Saya menduga hal itu karena Romeo tengah digunakan untuk breeding, sehingga tidak bisa tampil maksimal,’ tambah Arie.

Sembunyikan kekuatan

Kontes yang diselenggarakan oleh Komunitas Pelestari Ayam Serama Sumatera Selatan (Kapass) dalam rangka hari jadi ke-1.328 Kota Palembang itu diikuti 116 peserta dari  Jawa dan Sumatera.  Sebut saja Jakarta,  Lampung, Riau, Kepulauan Riau, Riau,  Bengkulu, Bangka, Sumatera Selatan, dan Jawa Timur, turut  menyertakan serama-serama  terbaik.  ‘Jumlah peserta melebihi angka yang kami targetkan sebanyak 100 ekor,’ kata Bernie, ketua panitia.

Yang mencengangkan menurut Bernie, ‘Kualitas peserta di luar dugaan. Bagus-bagus, tidak kalah  dibanding kontes-kontes besar di Jawa.’ Buktinya, persaingan antarpeserta di masing-masing kelas,  sangat ketat.  Lihat saja di kelas jantan dewasa B yang diikuti 24 kontestan.  Di sana antara lain ada Zeus dan Turbolance yang sudah lama malang-melintang di dunia kontes. Hanya dengan stamina tinggi, keduanya dapat dikalahkan Goldenfox yang tidak kenal lelah.

Sementara kelas betina yang turun dengan 14 kontestan, tak kalah berkualitas.   Tubuhnya mungil-mungil dan berdada besar.  Tiga juri yang menilai di kelas ini – Ahmad Fikri (Palembang), Agung W Al Fathi (Palembang), dan Karjono (Jakarta) – tampak kesulitan  menetapkan sang juara. Beruntung Golds Eden kepunyaan Vicky berleher getar, sehingga gelar juara dijatuhkan kepadanya.

Di kelas jantan dewasa A bercokol serama-serama pilihan seperti  Perahu Hitam, Golds Venom, Transformers, dan Black Jack.   Pantaslah ketiga juri, Rudiasfie Sjofinal, Amir Hamzah, dan Emil Y Lilipaly memelototi momen-momen yang menjadi kunci penilaian.    Di kelas yang diramaikan 23 peserta itu  dimenangkan Romeo. ‘Pusing benar mencari juara, sampai-sampai harus menggunakan poin setengah untuk membedakan satu sama lain.  Kalau hanya menggunakan poin 1 pasti banyak yang draw,’ kata Amir  Hamzah SE, MM, juri dari Lampung.

Padahal, berdasarkan penelusuran Trubus yang sempat berkeliling ke farm-farm di Palembang sebelum lomba, masih banyak serama-serama berkualitas tersimpan di kandang.  Sebut saja 27 ekor milik Romzy yang baru didatangkan dari Johor, Malaysia.  Atau koleksi-koleksi serama Arifin Februarius dan Bernie yang sengaja tidak diturunkan lantaran tidak sempat dipersiapkan secara khusus ke kontes serta tengah rontok bulu.

Manfaatkan teknologi

Kontes serama untuk yang kedua kali di Kota Palembang itu berlangsung pada 29 Mei 2011 di pusat perbelanjaan Palembang Trade Centre. Kelas yang dikonteskan terdiri dari anakan betina, anakan jantan, betina dewasa, jantan remaja, jantan muda, jantan dewasa B, jantan dewasa A, dan ekshibisi.  Juara-juara ke-1 di kelas jantan remaja, jantan muda, jantan dewasa B, dan jantan A berhak maju ke pemilihan BOB.  Sedangkan masing-masing juara ke-2 melangkah untuk memperebutkan gelar serama favorit.

Ada yang berbeda pada penjurian serama di Palembang kali ini. ‘Setiap kelas dinilai oleh 3 juri dengan spesialisasi  berbeda.  Dua juri menilai dari segi gaya, kondisi tubuh, sayap, serta kaki, dan satu juri lagi  memperhatikan anatomi kepala, ekor, serta warna bulu,’ kata Rudiasfie alias Rudi Pelung.  Dengan cara itu penilaian lebih akurat karena para juri lebih fokus pada bagian-bagian tertentu.

Namun, yang lebih penting pada kontes itu panitia mengujicoba pemakaian monitor untuk merekam kinerja serama selama berada di catwalk. Tujuannya, ‘Selain untuk membantu juri mengingat  kembali aksi serama yang tampil di awal, juga bisa meredam protes para peserta yang tidak puas atas penilaian juri,’ ungkap Rudi.  Hasilnya cukup bagus, sehingga ke depan bisa dijadikan standar operasional pelaksanaan kontes serama.

Konsep penjurian mirip itu pula yang diterapkan Penggemar Ayam Serama Indonesia Raya (PASIR) ketika menyelenggarakan kontes di  Balai Benih Induk, Jakarta Selatan, dua minggu berselang.  ‘Setiap juri hanya menilai bagian-bagian tertentu sesuai keahliannya. Sistem ini dirancang sendiri oleh PASIR, tidak diadopsi dari luar negeri, sehingga inilah the real Indonesia contest,’ kata H Tafsirudin Nuretan, sesepuh PASIR sekaligus panitia.

Tampil sebagai serama juara pada kontes yang dihakimi juri Vera, Aminah, Dayat, Fahri, Khoirul Tanjung, dan Marzuki adalah Tsunami jagoan Edi Sebayang di kelas bintang, Golds Eden (Vicky, kelas betina), The Doctor (Fadri Indrawan, kelas utama dan laga tergaya), Jali (M Noor Dhanfit, kelas madya), Tenis (Jali, kelas pemula), Rainbow Galaxy (Rully, kelas laga terkecil), dan Mesi (Awen, kelas laga terganteng).  ‘Serama-serama itu memang layak menggondol juara di kelasnya masing-masing,’ kata Vera. (Karjono/Peliput: Pranawita Karina)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Organik Tinggikan Produksi

Industri parfum, kosmetik, insektisida, dan aromaterapi merupakan beberapa sektor yang memerlukan minyak nilam. Bahkan dalam industri parfum tidak ada...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img