Monday, November 28, 2022

Yang Ungu yang Eksotis

Rekomendasi

 

Warna tajuk bintaro ungu dapat menjadi center of view taman yang didominasi warna hijauBintaro hijau Cerbera odollam, termasuk tanaman asli IndonesiaBagi Ronny bintaro Cerbera odollam berdaun dan berbuah hijau. Buah memang berwarna merah keunguan ketika masak, sementara bunga putih dengan bagian tengah berbibir kuning. Beda benar dengan bintaro yang diceritakan Iwan Irawan, sahabatnya. Daun, bunga, dan buah ungu. Meski berbeda warna, sosok keduanya mirip. Dalam taksonomi dikenal ada bintaro C. manghas yang bagian tengah bunga berbibir ungu, tetapi daun dan buah muda hijau.

Bintaro ungu itu masuk tanahair 4 tahun silam dari Vanuatu, negara kepulauan di tenggara Papua Nugini atau timur laut Australia. Sang importir, Ricky Hadimulya di Ciseeng, Bogor, Jawa Barat, membawanya karena warnanya unik. Warna tajuk yang ungu dapat menjadi center of view alias fokus utama dari taman yang biasanya hijau.

Beracun

Menurut Greg Hambali, pakar tanaman di Bogor, bintaro memang tersebar luas dari Kepulauan Seychelles di Samudera Hindia hingga Kepulauan Polynesia koloni Perancis. Indonesia dan Vanuatu termasuk dalam wilayah itu. Di habitat aslinya bintaro tumbuh di daerah pantai terutama hutan bakau dan dataran rendah. Namun, di Vanuatu mangga laut itu juga ditanam di dataran tinggi. Baraibai – sebutan di Filipina – juga masuk sebagai tanaman hias ke berbagai daerah tropis lain seperti Hawaii.

K Heyne dalam buku Tumbuhan Berguna Indonesia menyebut bintaro memang banyak ditemukan di wilayah Nusantara. Di sana tercatat C. manghas merupakan sinonim C.odollam dan C. lactaria. Getah pohonnya dapat mengobati luka sengatan ikan swanggi Priacanthus sp. Bijinya mengandung cerberin yang merupakan racun kuat bagi jantung dan mematikan. Itulah sebabnya ia menyandang nama cerbera yang diambil dari nama anjing kepala 3 penjaga neraka dalam mitologi Yunani: cerberos. Ia juga dijuluki suicuide tree alias pohon bunuhdiri dalam bahasa Inggris.

Namun, beberapa literatur modern merujuk C. manghas dan C. odollam pada spesies berbeda. Manghas yang di Singapura disebut pink-eyed pong pong tree memiliki bagian tengah bunga berwarna merah jambu keunguan. Pada odollam yang disebut juga yellow-eyed pong pong tree warnanya hijau kekuningan. Sehingga odollam merujuk pada bintaro yang umum dikenal di tanahair. Sementara manghas menyerupai bintaro yang dimiliki Ricky.

Bedanya, manghas yang dikenal pun kebanyakan bertajuk hijau. Warna keunguan hanya muncul pada bagian tengah bunga. Sementara pada bintaro ungu Ricky, warna ungu menyebar hingga kelopak bunga bahkan daun. ‘Selama ini pembeda utama spesies ditentukan dari bunga,’ ujar Greg Hambali. Diduga warna ungu muncul sebagai respon terhadap kondisi lingkungan misalnya karena tumbuh di daerah Vanuatu yang panas.

Hingga saat ini tercatat kerabat alamanda itu memiliki 13 jenis yang sudah dikenal, contohnya C. floribunda, C. dilatata, dan C. tanghin. C. manghas sendiri memiliki beberapa varietas seperti var. acutisperma, var. samoensis dan var mugfordii. ‘Jika melihat deskripsi C A Backer dalam buku Flora of Java, kemungkinan bintaro ungu itu termasuk C. manghas,’ ujar Greg.

Keriting

Bintaro ungu juga tampil dalam varian lain: daun keriting, sehingga sosoknya mirip puring. Varian keriting itu juga didapat Ricky dari Vanuatu. Kini ia sudah memperbanyak tanaman hias eksotis itu. ‘Perbanyakan bisa dilakukan dengan teknik sambung atau setek,’ ujar Ricky. Biji pun gampang dijadikan sumber bibit untuk perkembangbiakan generatif.

Perawatan buta-buta badak – sebutan di Manado – itu tak rumit. Ricky memupuk dan menyemprot pestisida sebulan sekali. Namun, berdasar pengamatannya bintaro ungu relatif lebih sedikit buahnya. Diduga serangga penyerbuknya berbeda dengan bintaro biasa dan belum ada di tanahair. Akibatnya banyak bunga yang rontok dan gagal menjadi buah. Toh, itu bukan masalah besar lantaran buah bintaro tidak bisa dimakan. (Tri Susanti/Peliput: Destika Cahyana, Herdita Ardiana & Pranawita Karina)

 

 

Jadi Hias Berkat Ungu

Tak hanya bintaro ungu yang eksotis sehingga dijadikan tanaman hias. Nun di Gili Trawangan, Kecamatan Pemenang, Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat, sebuah hotel menghiasi taman berpasir putihnya dengan jarak berdaun ungu. Jarak ungu itu berjenis Jatropha gossypiifolia yang merupakan tanaman asli Amerika Tengah hingga Selatan dan Karibia, serta menjadi gulma di Australia. Layaknya bintaro, biji jarak ungu juga beracun.

Selain itu, ada pula mimba ungu. Sejatinya warna daunnya hijau tua. Namun, jika dibandingkan dengan mimba biasa, daunnya seperti bernuansa ungu. Daun mimba ungu koleksi Ricky Hadimulya di Parung, Bogor, itu juga lebih panjang dibanding mimba biasa. Sayang, belum ada catatan apakah mimba ungu juga seperti mimba hijau yang bermanfaat sebagai herbal dan pestisida nabati. (Tri Susanti/Peliput: Destika Cahyana & Evy Syariefa F)

Jarak ungu Jatropha gossypifolia tanaman asli Amerika TengahMimba ungu, tanaman baru untuk penghias taman

 

 

  1. Varian bintaro ungu lain yang berdaun keriting
  2. Warna tajuk bintaro ungu dapat menjadi center of view taman yang didominasi warna hijau
  3. Bintaro hijau Cerbera odollam, termasuk tanaman asli Indonesia
  4. Dari kiri ke kanan, perbandingan daun, bunga dan buah bintaro ungu C. manghas dengan bintaro C. odollam
- Advertisement -spot_img
Artikel Terbaru

Bisa Jadi Pilihan Petani, Ini Kelebihan Varietas Cabai Jacko 99

Trubus.id — Pilihan varietas cabai menjadi salah satu penentu hasil panen yang akan didapatkan. Oleh karena itu, petani harus...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img