Saturday, August 13, 2022

3rd All Indonesia Young Koi Show 2007 : Bandung Punya Kohaku Juara

- Advertisement -spot_img
Must Read
- Advertisement -spot_img

Penantian itu akhirnya tiba. Sejam kemudian, para juri Jepang itu memilih kohaku dari Bandung sebagai grand champion 3rd All Indonesia Young Koi Show 2007 di Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta Timur.

Batas tegas antara corak merah dan putih di tubuh klangenan Yohannes Yusuf itu menjadi kunci kemenangan kohaku sepanjang 65 cm itu. ‘Garis pembatas atau kiwa yang jelas menyebabkan pattern-nya tampak solid dan lebih fokus,’ kata Mikio Nakabayashi. Ikan seperti itu lebih sulit didapat.

Keunggulan lain: bentuk tubuh proporsional bak kapal. Tubuh koi itu tampak membesar dari kepala ke tengah-tengah tubuh dan meramping ke arah ekor. Bentuk tubuh seperti itu membuat gaya renang koi lebih stabil. ‘Tubuh kohaku itu mewakili simbol koi yang memiliki bentuk tubuh kokoh bak kapal,’ ujar Nakabayashi.

Keistimewaan itu tidak dimiliki pesaing, taisho sanshoku, milik Shellina dari Jakarta. Meski panjangnya sama, tetapi sosok tubuh terkesan ramping. Padahal, koi sepanjang 65 cm itu memiliki syarat juara lain seperti corak solid dan terang. ‘Kalau lebih besar bisa jadi juara,’ kata Koji Iba.

Persaingan ketat

Serunya pertarungan tak hanya terjadi di babak grand champion. Di kelas young champion, juri asal negeri Sakura itu harus berulang kali menengok plastik-plastik peserta. ‘Ikan yang tampil di sini kualitasnya seimbang. Jadi agak sulit menentukan juara,’ ujar Koji. Setelah berunding, juri sepakat menobatkan taisho sanshoku milik Eric Yonathan asal Jakarta menjadi kampiun. Pola merah, putih, dan hitam tampak solid. ‘Warna hitamnya seakan-akan ke luar dari warna putih,’ ungkap Koji.

Di kelas kohaku 46-50 cm, klangenan milik Chester Aquino Istamto dari Jakarta harus menyerah pada keunggulan koi milik Andrimansyah dari Surabaya. ‘Sang juara memiliki warna putih bersih dengan pattern bagus,’ ujar Nakabayashi. Perpaduan pola merah dan putih serasi menutupi tubuhnya yang membulat.

Di kelas showa sanshoku ukuran 31-35 cm, koi milik Sven Keller asal Jakarta tampil gemilang. Selain tubuhnya besar dan proporsional, ia memiliki pola campuran hitam dan merah serasi. Yang paling menonjol corak hitamnya sangat bercahaya. Sumi-nya terang dengan batas hitam, merah, putih sangat jelas. Keistimewaan itu tidak dimiliki oleh pesaing terberatnya, showa milik Kiki Sutarki asal Bandung.

Ikan milik Mira M Widjaja asal Jakarta juga sukses meraih kampiun best varieties tancho ukuran 63 cm. Bertarung ketat dengan tancho milik Chester Aquino sang kampiun unggul postur dan kecemerlangan warna. ‘Kiwa-nya jelas, sehingga benar- benar mengesankan bendera Jepang,’ ujar Koji Iba.

Ramai

Kontes yang diselenggarakan pada 14 April 2007 di Taman Bunga Keong Mas, Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta Timur itu berlangsung sukses. Dari catatan panitia sekitar 800 koi bertarung menjadi yang terbaik. Meski peserta tuan rumah mendominasi, tapi beberapa peserta luar kota, seperti dari Bandung, Surabaya, Blitar, dan Temanggung, ikut turun gelanggang.

‘Ada perubahan dalam kontes kali ini. Seluruh kontestan tidak dimasukkan dalam bak, melainkan dalam plastik. Kecuali untuk koi berukuran di atas 61 cm,’ ujar Pujo, salah satu panitia.

Di penghujung acara, senyum Eric Yonathan terlihat mengembang. Pemilik Nirwana Koi Centre itu dinobatkan sebagai juara umum. Dari 86 koi yang dibawa, hampir setengahnya merebut juara. ‘Tidak sia-sia datang dengan membawa banyak peserta,’ ujar Eric. (Lani Marliani)

 

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Organik Tinggikan Produksi

Industri parfum, kosmetik, insektisida, dan aromaterapi merupakan beberapa sektor yang memerlukan minyak nilam. Bahkan dalam industri parfum tidak ada...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img