Arwana, seperti manusia, kadang memerlukan tindakan operasi untuk mengatasi gangguan fisik agar tetap sehat dan tampil menarik. Masalah seperti mata melorot, sirip tampak ganjil, pipi menggulung keluar, atau sisik terinfeksi jamur lazim ditemui pada ikan hias ini.
Bagian-bagian tubuh itulah yang sering menjalani perbaikan. Operasi umumnya dilakukan ketika ikan minimal berumur 1,5 tahun dengan panjang mencapai 25—30 cm.
Persiapan dimulai dengan puasa sehari sebelumnya. Proses pembiusan memakai MS-222 yang dituang ke akuarium agar ikan tidak kaget lalu berontak. Sekitar 50 cc obat bius dituangkan, dan setelah sekitar lima menit gerakan ikan mulai melambat.
Untuk efisiensi, pembiusan ulang dilakukan dalam kantung plastik berisi sedikit air sehingga dosis obat lebih sedikit. Cara itu menghemat penggunaan MS-222.
Setelah ikan pingsan, tindakan operasi dapat dilanjutkan. Pada kasus pipi yang menggulung, prosedur melibatkan pemotongan ujung pipi sekitar 2—3 mm mengikuti lengkung asli. Prinsipnya adalah melakukan pemangkasan simetris pada kedua sisi agar perkembangan warna dan bentuk pipi tetap seragam.
Teknik serupa diterapkan pada perbaikan sirip atas, sirip bawah, dan ekor yang koyak akibat benturan atau infeksi bakteri perusak sirip (bacterial fin rot). Namun pemangkasan sirip harus hati-hati. Jangan memotong seluruh sirip hingga ikan kehilangan kemampuan berenang.
Mata arwana pun bisa mendapat tindakan bila diperlukan. Untuk infeksi jamur saprolegnia atau parasit Ichthyophthyrius multifiliis yang menyerang sisik, operasi menjadi pilihan bila pengobatan kimia tidak mempan.
Dalam kasus sisik yang melunak dan membusuk, sisik sakit dicabut secara hati-hati setelah ikan dibius. Sisik baru biasanya tumbuh kembali dalam dua bulan.
Usai operasi, arwana dipindahkan ke akuarium berisi sekitar 50 liter air baru dan ditambahkan antibiotik seperti dua sendok teh tetracyclin untuk mencegah infeksi. Ikan yang semula mengambang akan dipulihkan dengan bantuan gelembung udara aerator.
Caranya pegang kepala arwana, lalu arahkan mulut dan penutup insang pada gelembung sampai gerakan napas kembali normal. Proses pemulihan ini biasanya berlangsung beberapa menit.
Pemberian pakan kembali dimulai beberapa jam setelah operasi. Makanan hidup seperti kutu merah, kecoak, kelabang, atau kodok kecil dapat diberikan kepada arwana setelah tiga jam. Biasanya nafsu makan ikan kerap turun pada hari-hari pertama.
Pengobatan non-operatif juga disarankan sebelum mengambil langkah bedah. Infeksi cendawan dapat diatasi dengan merendam ikan pada larutan methylene blue dosis 2—4 cc per 4 liter air selama 24 jam. Apabila gejala tidak reda—lendir berlebih dan ikan sering membenturkan tubuh ke dinding—operasi pengangkatan sisik menjadi jalan terakhir.
Operasi perbaikan pada arwana bukan hal sepele. Prosedur yang tepat dan penanganan pascaoperasi menentukan pemulihan dan keindahan ikan. Dengan perawatan teliti, arwana yang menjalani tindakan medis dapat kembali berfungsi normal dan memulihkan penampilannya dalam beberapa minggu hingga bulan.
