Trubus.id — Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) terus mendorong produksi induk ikan unggul dan bermutu. Hal ini sebagai upaya menopang program ekonomi biru di sektor perikanan budidaya.
Tb. Haeru Rahayu, Direktur Jenderal Perikanan Budidaya, mengatakan, konsep ekonomi biru menjadi salah satu acuan utama dalam pengembangan perikanan budidaya berkelanjutan dengan mengembangkan tiga aspek utama yakni aspek ekologi, ekonomi, dan sosial.
“Salah satu upaya yang kami lakukan adalah penyediaan dan penyebaran induk unggul dan benih bermutu secara merata dan berkelanjutan untuk masyarakat Indonesia,” kata Tebe, sapaan akrab Tb. Haeru Rahayu.
Tebe menambahkan, kualitas dan kuantitas induk dan benih bermutu di masyarakat merupakan faktor penting pendukung peningkatan produksi perikanan budidaya.
Balai Besar Perikanan Budidaya Air Tawar (BBPBAT) Sukabumi merupakan salah satu Unit Pelaksana Teknis (UPT) Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya yang memiliki fungsi pengelolaan produksi induk unggul, benih bermutu, dan sarana produksi perikanan budidaya air tawar.
“Sehingga peran balai menjadi sangat sentral dalam upaya peningkatan produksi perikanan budidaya dan mendorong kesejahteraan ekonomi para pembudidaya ikan,” tuturnya, dikutip dari laman Kementerian Kelautan dan Perikanan.
Fernando J. Simanjuntak, Kepala BBPBAT Sukabumi, mengatakan, BBPBAT Sukabumi sampai dengan November 2022 telah menyalurkan stimulus bantuan benih ikan air tawar kepada pokdakan yang berada di Jawa Barat, Banten, Jawa Tengah, Jawa Timur, DIY, dan Bali kurang lebih sebanyak 14 juta ekor.
Itu melebihi dari angka yang ditargetkan 12 juta ekor. Sementara itu, untuk stimulus bantuan calon induk ikan telah terdistribusi sebanyak 22.175 ekor dari target sebesar 21.750 ekor.
Bantuan calon induk ikan tersebut didistribusikan kepada pokdakan yang berada di Jawa Barat, Banten, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan DIY.
Nando menambahkan untuk 2023 ditargetkan stimulus bantuan calon induk ikan sebanyak 13.565 ekor dan benih ikan sebanyak kurang lebih 10 juta ekor.
Bantuan tersebut dilaksanakan dalam rangka mendorong masyarakat untuk mengembangkan usaha budidaya ikan air tawar guna meningkatkan perekonomian para pembudidaya, serta dalam rangka peningkatan produktivitas dan keberlangsungan dalam memenuhi permintaan ikan konsumsi.
“Kami selalu siap bekerja sama dengan pemerintah daerah, penyuluh dan pihak-pihak terkait dalam upaya pengembangan usaha budidaya ikan air tawar di Sukabumi. Seperti dalam hal pendampingan teknis maupun kebutuhan lain yang menunjang percepatan peningkatan produksi,” kata Nando.
