Trubus.id — Penggunaan mulsa terbukti mampu meningkatkan panen bawang merah Allium cepa. Beberapa petani di berbagai daerah telah membuktikannya.
Salah satunya adalah Bawon, petani bawang di Dusun Luwiyan, Desa Gandurejo, Kecamatan Bulu, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah. Bawon berhasil memanen 1 ton bawang merah di lahan 0,2 hektare.
Padahal, biasanya, di lahan yang sama Bawon hanya menuai 0,5 ton umbi bawang merah. Artinya, terdapat peningkatan produksi 100 persen di kebun bawang merah milik Bawon. Tentu hal itu berdampak pada omzet Bawon yang bertambah signifikan.
Peningkatan produksi bawang merah di kebun milik Bawon karena ia menggunakan mulsa plastik hitam perak (MPHP) produksi PT Hidup Baru Plasindo. Bawon menghabiskan 2 gulungan mulsa dengan panjang masing-masing sekitar 500 m di lahan 0,2 hektare.
Berkat pemakaian mulsa bermerek Bell dengan ketebalan 35 mikron itu, 1 rumpun menghasilkan 10 umbi bawang merah. Tanpa mulsa, satu rumpun terdiri atas 5 umbi.
Tidak heran, hasil panen bawang merah di kebun Bawon meroket. Ia menduga penyerapan unsur hara oleh tanaman lebih maksimal sehingga hasil panen optimal. Selain produksi meningkat, biaya produksi juga jadi semakin ringan.
“Alasannya, pertumbuhan gulma terkendali sehingga meminimalisasi biaya penyiangan secara manual,” kata Bawon.
Peningkatan hasil panen berkat mulsa juga dirasakan oleh Triyono, petani asal Kelurahan Mranggen Tengah, Kecamatan Bansari, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah. Triyono menyebut satu rumpun bawang merah miliknya mencapai 10–15 siung. Sebelumnya, satu rumpun hanya berisi 7 siung.
Triyono membutuhkan 4 gulung mulsa dengan panjang rata-rata 500 m untuk lahan 0,3 hektare. Ia memilih mulsa merek Bell berwarna hijau karena menurutnya lebih awet.
“Saya pernah menggunakan merek lain. Ketika mulsa dipasang saat siang dengan kondisi terik, mulsa itu putus,” kata Triyono.
