Trubus.id — Salah satu tanaman asli Kepulauan Maluku adalah pala (Myristica fragrans). Komoditas pala sampai 2022 tercatat mempunyai sembilan varietas unggul yang telah dilepas melalui Surat Keputusan Menteri Pertanian Republik Indonesia.
Mengutip dari laman Direktorat Jenderal Perkebunan, berikut ini sembilan varietas pala beserta keunggulannya masing-masing.
Varietas Banda
Pala banda berasal dari Kepulauan Banda, Kabupaten Maluku Tengah, Provinsi Maluku. Ciri pala varietas banda antara lain mempunyai bentuk daun obovat berwarna hijau tua.
Warna kulit buah kecokelatan dengan bentuk buah bulat agak oval, daging buah berwarna putih susu, warna batok tempurung biji hitam kecokelatan mengilap, serta warna fuli merah darah.
Aroma buah dan fuli pala banda tajam dan khas. Pala milik Pemerintah Daerah Provinsi Maluku ini produktivitasnya mencapai ±167,37 butir per pohon/tahun dengan bobot basah buah per butir adalah ±9,83 gram dan tebal daging ±0,18 cm. Kadar minyak asiri pala banda mencapai 21,71 persen.
Pala varietas banda dilepas dengan SK Nomor 4059/Kpts/SR.120/12/2009 tanggal 28 Desember 2009.
Varietas Ternate 1
Pala ternate 1 berasal dari pala marikrubu ternate, mempunyai bentuk daun obovat berwarna hijau tua. Warna kulit buah pala ternate 1 kecokelatan dengan bentuk buah bulat, serta daging buah berwarna putih susu.
Warna batok tempurung biji hitam kecokelatan mengilap dan warna fuli merah darah mengilat. Pala ternate 1 mempunyai produktivitas sampai dengan 7.595 butir per pohon/tahun dengan bobot basah buah per butir ±0,52 gram dan tebal daging mencapai 1,12 cm. Kadar minyak asiri biji tua pala ternate 1 antara 6,84 persen sampai dengan 7,92 persen.
Pala ternate 1 milik Pemerintah Daerah Provinsi Maluku Utara dan Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Aneka Tanaman Industri (Balittri) Sukabumi telah dirilis dengan SK Menteri Pertanian Nomor 4061/Kpts/SR.120/12/2009 tanggal 28 Desember 2009.
Varietas Tidore 1
Pala tidore 1 berasal dari Jaya Tidore, mempunyai bentuk daun obovat berwarna hijau tua cokelat keunguan. Warna kulit buah pala tidore 1 merah kecokelatan dengan bentuk buah bulat, serta daging buah berwarna kuning muda.
Warna batok tempurung biji hitam kecokelatan mengilap dan warna fuli merah darah. Produktivitas pala tidore 1 mencapai 7.652 butir per pohon/tahun dengan bobot basah buah per butir berkisar ±1,06 gram dan tebal daging 1,56 cm. Kadar minyak asiri biji tua pala tidore 1 mencapai 12,35 persen.
Pala tidore 1 milik Pemerintah Daerah Provinsi Maluku Utara dan Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Aneka Tanaman Industri (Balittri) Sukabumi ditetapkan dengan SK Menteri Pertanian Nomor 4062/Kpts/SR.120/12/2009 tanggal 28 Desember 2009.
Varietas Tobelo 1
Varietas tobelo 1 mempunyai bentuk daun obovat berwarna hijau. Warna kulit buah pala tobelo 1 merah kecokelatan dengan bentuk agak lonjong, daging buah berwarna putih susu, serta warna batok tempurung biji hitam kecokelatan mengilap dan warna fuli merah darah.
Produktivitas pala tobelo 1 mencapai 7.650 butir per pohon/tahun dengan bobot basah buah per butir ±1,23 gram dan tebal daging ±0,17 cm. Kadar minyak asiri biji tua pala tobelo 1 mencapai 12,70 persen.
Pala varietas tobelo 1 milik Pemerintah Daerah Provinsi Maluku Utara dan Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Aneka Tanaman Industri (Balittri) Sukabumi telah dirilis dengan SK Menteri Pertanian Nomor 4063/Kpts/SR.120/12/2009 tanggal 28 Desember 2009. Pala tobelo 1 berasal dari Wari Tobelo, Kabupaten Halmahera Utara.
Varietas Makian
Pala varietas makian mempunyai ciri bentuk daun kano berwarna hijau tua. Warna kulit buah kuning gading dengan bentuk buah bulat, warna tempurung biji hitam kecokelatan mengilap, dan warna fuli merah darah.
Pala makian mempunyai aroma fuli khas pala. Produksi pala milik Pemerintah Daerah Provinsi Maluku Utara ini 2.500 butir per pohon, produksi biji basah 25 kg/pohon dengan bobot buah per butir adalah 60–98 gram dan tebal daging 1,0–1,8 cm. Rendemen minyak dalam fuli pala makian mencapai 12,6 persen.
Pala varietas makian dilepas dengan SK Menteri Pertanian Republik Indonesia Nomor 72/Kpts/KB.020/1/2016 tanggal 26 Januari 2016. Pala makian berasal dari Makian, Kabupaten Halmahera Selatan, Provinsi Maluku Utara.
Varietas Fakfak
Beberapa ciri pala varietas fakfak antara lain mempunyai bentuk daun obovat-lanset dengan warna permukaan daun atas hijau dan warna permukaan daun bawah hijau keputihan.
Warna kulit buah kuning kecokelatan berbintik cokelat dengan bentuk buah bulat telur, serta warna batok biji hitam kecokelatan mengilap dan warna fuli merah. Pala fakfak mempunyai aroma fuli kurang tajam.
Pala milik Pemerintah Daerah Kabupaten Fakfak Provinsi Papua Barat ini mempunyai produksi buah 340 butir per pohon/tahun dengan bobot buah per butir mencapai 105,6 gram/butir dan tebal daging kurang lebih 1,55 cm. Kadar minyak asiri varietas fakfak mencapai 3,27 persen.
Pala varietas fakfak dilepas dengan SK Menteri Pertanian Republik Indonesia Nomor 95/Kpts/KB.010/2/2017 tanggal 14 Februari 2017. Pala fakfak berasal dari populasi pertanaman pala di Kabupaten Fakfak, Provinsi Papua Barat.
Varietas Nurpakuan Agribun
Pala nurpakuan agribun mempunyai bentuk daun obovat-lanset, warna permukaan atas daun hijau dan warna permukaan bawah daun hijau muda. Warna kulit buah tua hijau kekuningan dengan bentuk buah bulat dan bulat-oval, warna tempurung biji tua hitam kecokelatan mengkilap, dan fuli segar berwarna merah.
Pala nurpakuan agribun mempunyai aroma fuli tajam khas pala. Varietas pala milik Pemerintah Daerah Kabupaten Bogor ini produksi buahnya mencapai 8.730 butir per pohon dalam setahun dengan bobot buah per butir adalah dari 51,42–63,89 gram dan tebal daging 1,05–2,3 cm. Mutu minyak asiri dalam fuli tua pala nurpakuan agribun mencapai 12,18 persen.
Pala varietas nurpakuan agribun dilepas dengan SK Menteri Pertanian Republik Indonesia Nomor 22/Kpts/KB.020/2/2019 tanggal 1 Februari 2019. Pala nurpakuan agribun berasal dari seleksi populasi pala di Bogor, Jawa Barat.
Varietas Patani
Pala varietas patani merupakan tipe varietas komposit hasil penyerbukan silang alami dalam populasi M. succadanea. Pala patani mempunyai bentuk daun kano agak memanjang dengan ujung runcing, warna daun tua hijau tua dengan permukaan daun agak licin.
Warna buah matang kuning gading dengan bentuk buah agak lonjong, warna tempurung biji hitam kecokelatan mengilap, dan fuli segar berwarna merah darah. Pala patani mempunyai aroma fuli khas pala.
Varietas pala milik Pemerintah Daerah Kabupaten Halmahera Tengah ini mempunyai produksi buah 3.000–5.000 butir per pohon per panen dengan bobot buah per butir rata-rata 7,3 gram dan tebal daging 1,0–1,7 cm. Potensi fuli kering 3,6 kg/pohon dengan rendemen minyak asiri dalam fuli pala patani adalah 8,5 persen.
Pala varietas patani dilepas dengan SK Menteri Pertanian Republik Indonesia Nomor 47/Kpts/KB.030/3/2020 tanggal 31 Maret 2020. Pala patani berasal dari Kabupaten Halmahera Tengah, Maluku Utara.
Varietas Tiangau Agribun
Pala varietas tiangau agribun berasal dari hasil seleksi individu dari populasi pala lokal anambas. Pala tiangau agribun mempunyai bentuk daun lanset-obovat. Permukaan atas daun berwarna hijau, sedangkan permukaan bawah daun berwarna hijau keabu-abuan.
Warna buah matang kuning keemasan dengan bentuk buah bulat-bulat telur terbalik (obovat), warna batok biji tua cokelat kehitaman mengilap dan fuli segar berwarna merah cerah. Pala tiangau agribun mempunyai aroma fuli sedang sampai kuat.
Varietas pala milik Pemerintah Daerah Kabupaten Kepulauan Anambas ini mempunyai produksi buah 3.138 butir per pohon per tahun dengan bobot buah per butir ±8,70 gram dan tebal daging ±0,93 cm. Kadar minyak asiri pala tiangau agribun adalah ±3,10 persen.
Pala varietas tiangau agribun dilepas dengan SK Menteri Pertanian Republik Indonesia Nomor 48/Kpts/KB.010/3/2020 tanggal 31 Maret 2020.
Penggunaan benih pala dari varietas unggul yang telah dilepas dalam pengembangan tanaman pala diharapkan dapat lebih meningkatkan produksi pala. Selain itu, dari segi penggunaannya, pala varietas unggul dapat diedarkan antarprovinsi sehingga dapat memenuhi kebutuhan benih pala secara nasional.
Benih unggul merupakan salah satu faktor yang menentukan keberhasilan budidaya tanaman dan perannya tidak dapat digantikan oleh faktor lain. Hal ini karena benih sebagai bahan tanaman dan pembawa potensi genetik, terutama untuk varietas-varietas unggul.
