Trubus.id — Peternak bisa mendongkrak bobot domba menjadi 4–5 kg/bulan dari semula 2–3 kg/bulan. Kuncinya dengan pemberian ramuan atau jamu. Ramuan itu terdiri atas campuran kunyit Curcuma domestica, bawang putih Allium sativum, dan jahe Zingiber officinale.
Cara membuatnya mudah. Siapkan rimpang jahe, kunyit, dan temulawak masing-masing 1 kg. Bahan lain beberapa lembar daun sirih dan rimpang kencur. Bahan-bahan itu diparut atau ditumbuk dan diperas hingga keluar air sarinya. Air sari yang terkumpul kemudian diencerkan dalam 20 liter air.
Selanjutnya, tambahkan tetes tebu dan mikroorganisme ke dalam larutan. Molase alias tetes tebu merupakan pakan mikrob sekaligus bahan pengharum sehingga palatabilitas atau kesukaan ternak terhadap ramuan meningkat. Molase dapat diganti dengan gula merah.
Aduk semua bahan dan masukkan ke jeriken. Tutup rapat dan simpan di tempat teduh. Setiap pekan jeriken dibuka, lalu isinya diaduk-aduk. Hal ini untuk mengeluarkan gas, juga agar larutan itu tercampur rata. Setelah 21 hari masa fermentasi, ramuan pun siap dipakai. Cirinya akan tercium wangi mirip aroma tapai.
Peternak bisa memberikan asupan ramuan itu dua kali sepekan. Dosis pemberian 10 ml ramuan dalam 1 liter air minum. Ramuan dapat diberikan langsung dengan cara dicekok. Dosis untuk domba dewasa untuk sekali cekok 10 ml, sedangkan domba remaja sebanyak 5 ml.
Asupan ramuan itu akan membuat bobot tubuh domba meningkat 2 kali lipat. Misalnya, jika semula 2–3 kg per bulan, akan meningkat menjadi 4–5 kg/bulan. Selain bobot, daya tahan domba juga meningkat. Serangan penyakit kembung setiap pergantian cuaca jarang terjadi. Mengapa bisa seperti itu?
Kandungan alkaloid kurkumin dalam kunyit ampuh mendorong nafsu makan. Kandungan jahe tokcer menghangatkan tubuh, sedangkan bawang putih menjaga agar domba tidak kembung. Selain itu, pemberian ramuan pun mampu mengurangi bau kotoran karena metabolisme domba lebih baik.
