Trubus.id— Pisang menjadi buah populer yang banyak dikonsumsi masyarakat. Wajar saja jika budidaya pisang memiliki potensi bisnis yang besar. Namun di balik peluang itu, dari sektor budidaya banyak aral yang perlu diatasi.
Berikut ini tujuh kendala yang sering dihadapi oleh pekebun pisang.
1. Serangan layu bakteri Ralstonia solanacearum menjadi salah satu momok dalam budidaya pisang. Ciri serangan itu yakni kelopak jantung kering tapi tidak jatuh, daging buah cokelat kehitaman. Daun muda berubah warna, di tulang pelepah daun terlihat garis cokelat kuning ke arah tepi daun.
2. Layu fusarium Fusarium oxysporum, terutama menyerang daun. Cirinya, daun layu dan lambat-laun putus.
3. Sigatoka karena Mycosphaerella musicola. Menyerang daun, timbul bintik kuning atau hijau kecokelatan di daun ketiga dan keempat. Selanjutnya bercak menjadi cokelat tua dan hitam.
4. Banana bunchy top virus alias penyakit kerdil. Disebabkan virus yang dibawa oleh kutu Pentalonia nigronervosa.
5. Baru menguntungkan di skala besar, 10.000 pohon atau setara 10 hektare.
6. Dari total panen, jumlah yang diterima pasar sedikit: dari 1 ton pisang asal kebun rakyat hanya 60% lolos dijual ke pengepul besar di Jakarta. Cuma 20% yang kelas A.
7. Butuh perlakuan khusus pascapanen: pencucian, pengemasan, dan penyeragaman warna.
