Trubus.id— Saat ini mulai banyak pehobi yang memelihara tanaman hias di dalam ruangan. Tanpa matahari tanaman-tanaman itu bisa hidup sentosa. Rahasianya, para pehobi menggunakan teknologi seperti grow light.
Semula pemakaian grow light marak digunakan oleh pehobi yang tinggal di negeri 4 musim. Keterbatasan sinar matahari membuat mereka mencari cara untuk bisa menikmati keindahan tanaman hias tanpa kendala musim.
Di Indonesia, pemakaian perangkat yang dilengkapi lampu beserta parameter pengukur lingkungan menjadi solusi berkebun tanaman hias, terutama aroid, bagi kaum urban. Mereka bisa meletakkan perangkat itu di dalam ruangan sehingga lebih estetis.
Laju informasi membuat masyarakat makin menyadari pentingnya keberadaan tanaman dalam kehidupan sehari-hari. Namun, lahan yang terbatas sering kali menjadi pertimbangan utama seseorang enggan merawat tanaman di rumah.
Warna lampu memiliki spektrum cahaya tertentu yang dibutuhkan untuk pertumbuhan tanaman. Sebagai contoh lampu pendar berwarna putih yang memiliki spektrum cahaya biru dan merah lazim digunakan untuk merangsang pertumbuhan tanaman.
Kedua spektrum cahaya itu menjadi penunjang utama fotosintesis. Panjang gelombang cahaya biru antara 390—500 nm, sedangkan cahaya merah 600—750 nm.
Ahli fisiologi tumbuhan dari Universitas Brawijaya, Dr.Agr.Sc. Ir. Retno Mastuti, M.Agr.Sc., mengatakan, selama intensitas cahaya dari lampu bisa memenuhi kebutuhan tanaman maka lampu mampu menggantikan peran matahari.
Namun, kebutuhan tanaman tidak hanya cahaya matahari tetapi juga air, nutrisi, dan udara. Selain itu pehobi harus memperhatikan jarak antara tanaman dengan lampu. Semakin banyak jumlah lampu maka jarak lampu dengan permukaan tanaman agak jauh pun tidak masalah.
Jarak yang terlalu dekat justru meningkatkan risiko kerusakan daun. Sebaliknya, jika lampu sedikit maka usahakan posisi lampu dekat tanaman.
Menurut peneliti dari Department of Agricultural Sciences, University of Naples Federico II, Roberta Paradiso dan Simona Proietti (peneliti dari Research Institute on Terrestrial Ecosystems (IRET), National Research Council of Italy) keberadaan cahaya sangat penting untuk mengandalikan pertumbuhan dan perkembangan tanaman.
Bukan melulu soal instrumen penyokong fotosintesis, tetapi juga mengatur metabolisme di seluruh siklus hidup tanaman. Cahaya mempengaruhi pemanjangan batang, pembesaran daun, warna dan corak tanaman, serta produksi bunga.
