Thursday, January 29, 2026

Ragam Herbal Untuk Terapi HIV

Rekomendasi
- Advertisement -

Trubus.id—Terapi antiretroviral bagi pengidap Human Immunodeficiency Virus (HIV) membantu memperlambat perkembangan virus di dalam tubuh hingga menjadi Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS).

Penderita yang terinfeksi dapat menjalani hidup lebih lama dan beraktivitas normal layaknya orang sehat. Peneliti Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Tanaman Obat dan Obat Tradisional (B2P2TOOT), Peristiwan Astana bersama dr. Danang Ardiyanto dan Tofan Mana meracik tanaman obat sebagai pendamping terapi.

Mereka membagi 60 subjek berupa orang dengan HIV/AIDS (ODHA) menjadi dua kelompok. Kelompok pertama mengonsumsi tanaman obat, lainnya mengonsumsi plasebo sebagai pembanding. Kelompok pertama mengonsumsi 14 gram rimpang temulawak, 14 gram temumangga, dan 14 gram herba meniran.

Subjek uji merebus ketiga tanaman obat itu dalam 600 ml air hingga mendidih. Air rebusan itu yang mereka konsumsi dua kali sehari selama 28 hari berturut-turut. Kelompok pembanding mengonsumsi plasebo berisi pati sekali sehari.

Periset mengukur kualitas hidup pasien melalui tujuh aspek, yaitu fisik, psikologis, kemandirian, hubungan sosial, lingkungan, spiritual, dan kesehatan umum.

Setelah mengonsumsi tanaman obat, aspek psikologi dan kesehatan umum pasien meningkat signifikan. Selain itu, 20 subjek jamu mengalami peningkatan sel CD4 atau jenis sel darah putih yang bertugas melawan infeksi.

Sebagai gambaran orang sehat memiliki CD4 sekitar 600―1.500 sel per μl darah. Menurut dokter pendamping pengidap HIV/ AIDS di Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, dr. Iin Dwi Yuliarti, orang dengan CD4 kurang dari 350 sel per μl darah rentan terhadap infeksi oportunistik.

Itulah sebabnya pengidap HIV/AIDS rentan serangan penyakit lain akibat kekebalan tubuh menurun. Jika sudah terdiagnosis Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS), kadarnya terus menurun hingga di bawah 250 sel per μl darah.

Herbalis di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Valentina Indrajati pernah meresepkan rimpang temulawak untuk penderita HIV. Valentina mengatakan, rimpang temulawak mengandung phelandren yang membantu mengeluarkan racun melalui air kemih.

Rimpang temumangga salah satu komponen penting terapi HIV karena tanin dalam rimpang anggota famili Zingiberaceae itu membantu menyembuhkan peradangan.

Flavonoid dan saponin bekerja sama meregenerasi sel. Dengan demikian antigen juga meningkat sehingga mampu menghambat pertumbuhan HIV. Selain itu meniran berperan sebagai imunostimulan.

Beberapa pasien HIV memerlukan tanaman obat yang bersifat imunostimulan. Namun, ada juga yang memilih bertahan dengan konsumsi obat antiretroviral saja. Hal itu tergantung kondisi masing-masing.

Artikel Terbaru

Rahasia Kecepatan Tumbuh Lele: Genetik, Pakan, dan Kepadatan Tebar

Kecepatan pertumbuhan lele sangat dipengaruhi faktor genetik dan pemilihan strain. Penelitian lapangan dan uji laboratorium menunjukkan bahwa varietas komersial...

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img