Monday, January 26, 2026

Tren Tabulampot Jeruk Menyambut Imlek

Rekomendasi
- Advertisement -

Trubus.id—Imlek merupakan perayaan menyambut pergantian tahun  berdasarkan penanggalan Tiongkok. Di negara empat musim, seperti Tiongkok dan Taiwan, ia ditandai dengan datangnya musim semi. Menurut kepercayaan etnis Tionghoa, saat imlek para leluhur mengunjungi keluarganya di rumah.

Untuk itu, keturunannya harus menyajikan makanan untuk menyambutnya. Namun, itu bukan suatu keharusan, tergantung kemampuan setiap keluarga.

Kehadiran jeruk biasanya dilakukan oleh mereka yang masih memiliki hubungan kekerabatan kuat dengan dataran Tiongkok, Taiwan, atau Hong Kong. Lazimnya menjelang imlek banyak dijual jeruk-jeruk.

Jenis jeruk itu beragam misalnya jeruk chusa dan jeruk kim kit atau kip. Jeruk kim kit atau kip setinggi rata-rata 70—200 cm itu sarat buah. Kulit buah yang kuning cerah amat kontras dengan hijau daun. Warna jeruk diyakini sama dengan simbol warna emas atau kekayaan yang dipercaya oleh masyarakat Tionghoa.

Tabulampot jeruk kimkit atau kip lazim dipajang saat perayaan Imlek.

Menurut Frans di Meruya, Jakarta Barat Warga Tionghoa lebih senang memajang tabulampot jeruk daripada memetik buah untuk konsumsi. Musababnya rasa buah pun masam.

Selain sebagai keberuntungan, jeruk kimkit sering dijadikan sebagai lambang keharmonisan dan hubungan antarkeluarga. Musababanya pohon jeruk Imlek buahnya selalu berkumpul dan menyatu saat berbuah. Itu simbol kedekatan hubungan keluarga.

Menurut dosen Agribisnis Universitas Padjadjaran, Dr. Iwan Setiawan S.P., M.Si, bisnis tanaman buah dalam pot (tabulampot) jeruk merupakan tren musiman. Oleh karena itu, pebisnis harus masuk pada awal tren, jangan di tengah, bahkan pada akhir tren. Tujuannya agar durasi memperoleh harga mahal relatif lama.

Menurut Iwan pada akhir tren, pasar mulai jenuh dan masyarakat mengembangkan tabulampot sendiri. Strategi lain, pilih jenis tanaman buah-buhan yang adaptif dalam pot.

Iwan mengatakan, produsen tabulampot sebaiknya menggunakan pot ramah terhadap tanaman, cari tanamam yang memiliki warna daun dan buah menarik dan artistik. Selain itu sesuaikan tanaman dan pot dengan arsitektur ruangan rumah.

“Integrasikan artistik, desain, arsitektur, dan fungsi tabulampot. Jika perlu sentuh tabulampot dengan seni bonsai,” kata Iwan. Menurut Iwan para pelaku bisnis tabulampot juga harus memperhatikan segmen pasar, desain tabulampot sesuai daya beli masyarakat: ukuran, jenis tanaman, jenis pot, umur produk.

Artikel Terbaru

Madu Herbal Rahasia Bugar Setiap Saat

Bagi sebagian besar orang termasuk Dede Rizky Permana, pandemi Covid-19 merupakan masa penuh kecemasan. Meski begitu ada kebiasaan kecil...

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img