Sunday, January 25, 2026

Potensi Agromaritim Ikan Bawal

Rekomendasi
- Advertisement -

Trubus.id—Bawal jenis ikan laut yang memiliki harga yang tinggi. Apalagi jika sudah tersaji di rumah makan atau restoran. Sekadar informasi, harga bawal bakar di Jakarta Rp300.000 setiap kilogram. Itu baru bawal putih, belum bawal emas, bawal bintang, dan bawal hybrid yang lebih nikmat dan tentu lebih mahal, begitu teorinya.

Jadi, jelas, Rektor Institut Pertanian Bogor, Prof. Dr. Arif Satria mengusulkan Agromaritim 5.0 bisa dijadikan lokomotif pembangunan ekonomi nasional. (Kompas, 1 September 2023).

“Fakta menunjukkan, struktur sosial masyarakat kita masih bercorak agromaritim, baik pertanian, perkebunan, perikanan, kelautan, peternakan, maupun kehutanan.” Begitu tulisnya memperingati genap 60 tahun IPB pada 1 September 2023.

Agromaritim 5.0 mencakup inovasi teknologi dan sains yang diyakini bisa mencukupi kebutuhan pangan, menghapus kemiskinan, serta melestarikan lingkungan. Menurut Satria, “IPB masuk peringkat sepuluh besar dunia untuk Sustainable Development Goals (SDGs) 1 (no poverty) dan SDGs 2 (zero hunger), dan peringkat 1 dunia SDGs 8 (decent work and economic growth).”

SDGs merupakan program Perserikatan Bangsabangsa yang menyerukan agar setiap negara punya sasaran yang jelas. Ada 17 sasaran yang bisa diukur keberhasilannya, mulai dari hilangnya kemiskinan, meningkatnya kualitas pendidikan, ditemukan sumber energi terbarukan, hingga dicukupinya kebutuhan air bersih.

Arif Satria berpendapat, “Ekosistem riset agromaritim harus diperkuat dengan peta jalan yang terukur, infrastruktur dan sumberdaya riset yang memadai, serta kualitas peneliti yang penuh terobosan inovasi baru.”

Rektor Arif Satria menjelaskan, IPB telah menyentuh 4.235 desa atau 5,7 persen desa di Indonesia melalui aneka program, seperti Data Desa Presisi, One Village One CEO, Sekolah Peternakan Rakyat, dan DigiTani. Tentu kita ikut bangga dan mengucapkan selamat atas pencapaian IPB.

“Yang diperlukan adalah sinergi semua pihak, baik untuk infrastruktur, sistem logistik, investasi, maupun perdagangan yang berpihak,” pesannya.

Pertanyaan kita adalah bagaimana persiapan warga di desa-desa nelayan? Tentu masih lebih dari 94 persen desa yang belum tersentuh oleh perguruan tinggi, sekelas IPB. Meskipun begitu cerita ikan bawal sudah menguntungkan banyak warga, termasuk para nelayan tradisional.

“Bisa membawa empat ekor ikan bawal putih sudah lumayan. Saat ini ikan delapan ons bisa laku Rp400.000,” kata Mugari, nelayan di Pantai Samas, Yogyakarta. (Eka Budianta)

Artikel Terbaru

Madu Herbal Rahasia Bugar Setiap Saat

Bagi sebagian besar orang termasuk Dede Rizky Permana, pandemi Covid-19 merupakan masa penuh kecemasan. Meski begitu ada kebiasaan kecil...

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img