Trubus.id—Berbagai penelitian mengungkap potensi tanaman obat sebagai antikolesterol. Misalnya kombinasi buncis, teh oolong, dan kayu manis berpotensi sebagai antikolesterol. Ketiga bahan itu masing-masing mengandung fitosterol, katekin, dan sinamaldehid.
Ahmad Fauzi dan rekan di Fakultas Farmasi, Universitas Muhammadiyah Surakarta membuktikannya. Mereka melibatkan 30 tikus putih galur wistar yang dibagi menjadi 6 grup.
Kombinasi ekstrak kayu manis 150 mg, teh oolong 50 mg, dan buncis 50 mg—semua per kg bobot badan tikus mampu menurunkan kadar kolesterol dan trigliserida yakni 27,4%. Kandungan metabolit berupa sinamaldehid 10%, katekin 12%, dan stigmasterol 3,4%.
Riset lain yakni daun mangga berkhasiat mencegah penyakit kardiovaskular melalui penurunan kadar kolesterol (antidislipidemia) seperti penelitian Agus Sulaeman. Agus dan tim menggunakan 200 gram daun mangga manalagi per kg bobot badan mencit.
Tim peneliti merebus daun mangga dalam 15 ml air pada suhu 90°C selama 10 menit. Hasil penelitian menunjukkan, air rebusan daun mangga manalagi menurunkan 48,03% low density lipoprotein (LDL) mencit. Daun mangga mengandung polifenol, flalavonoid, dan triterpenoid. Kandungan flavonoid dalam daun mangga berperan menurunkan LDL.
Tanaman berpotensi antikolesterol lainnya yakni daun pandan wangi juga berkhasiat menurunkan kolesterol seperti riset Suwaibah dan rekan dari Program Studi D-3 Farmasi Universitas Islam Madura.
Hasil penelitian menunjukkan pemberian air rebusan daun pandan wangi berpengaruh terhadap penurunan kadar kolesterol total darah mencit (Mus musculus) yang mengalami hiperkolesterol.
Senyawa bioaktif dalam air rebusan daun pandan wangi meliputi alkaloid, flavonoid, polifenol, saponin, dan tanin. Flavonoid bekerja menurunkan kadar kolesterol dalam darah dengan cara menghambat kerja enzim 3-hidroksil 3- metilglutaril koenzim A reduktase.***
