Wednesday, January 28, 2026

Direktorat Buah dan Florikultura, Bahas Draf Buku Pedoman Budi daya Anggur : Upaya Mengurangi Impor

Rekomendasi
- Advertisement -

Trubus.id—Direktorat Buah dan Florikultura, Direktorat Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian RI, menggelar pembahasan Pedoman Budi daya Anggur bersama Prof. Dr. Ir. Slamet Susanto, M.Sc., dan Ir. Andi Sugiri sebagai akademisi dari IPB University dan Asosiasi Penggiat Anggur Indonesia (ASPAI) di Hotel Aston Priority Simatupang  & Conference Center, di Jakarta Selatan pada Kamis, (21/11).

Kegiatan itu merupakan finalisasi dari kegiatan-kegiatan pembahasan draf pedoman budi daya  anggur sebelumnya oleh Buflo dalam rangka mempersiapkan  acuan pedoman budi daya anggur yang akan diterbitkan oleh Kementerian Pertanian Republik Indonesia.

Harapannya buku itu menjadi referensi pedoman budi daya anggur untuk para petani dan pelaku usaha. Kegiatan menerbitkan buku panduan itu, menunjukan keseriusan pemerintah untuk mengurangi impor anggur yang semakin meningkat.

Kementerian Pertanian RI mencatat  impor anggur berdasarkan data pada 2023 mencapai hampir 16.5 triliun atau 116.000 ton pertahun, sehingga komoditas anggur menjadi perhatian khusus Direktorat Buah dan Florikultura, Direktorat Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian RI.

Dengan menggandeng ASPAI, Buflo telah menyiapkan beberapa program untuk mendukung penurunan impor anggur. Salah satunya melalui  penerbitan buku panduan itu.

Acara yang dibuka oleh Direktur Buah dan Florikultura Dr. Liferdi, S.P., M,Si., dan dipandu oleh Prof Slamet berjalan lancar dan mengedukasi. Masih terdapat beberapa perbaikan untuk menyempurnakan draf itu, terutama pada redaksional dan besaran dosis yang diaplikasi pada fase vegetatif dan generatif.

“Kami menghadirkan buku ini di tengah kekhawatiran banyak orang mengkonsumsi anggur impor, maka kami menyediakan buku pedoman ini agar masyarakat tidak lagi ada kebingungan, karena anggur itu bisa kita produksi sendiri. Jadi buat apa kita impor?,” ujar Direktur Buah dan Florikultura Dr. Liferdi, S.P, M,Si.

Lebih lanjut ia menuturkan, “Oleh karena  itu kami yakin, daripada kita kebingungan dan ragu dengan tingkat keamanan buah impor, maka ini momentum bagi kita untuk memproduksi anggur di dalam negeri, kita menyediakan panduannya, siapapun nanti yg tertarik dengan budi daya anggur maka kini sudah tersedia pedoman budi daya anggur.”

Prof. Slamet juga menyampaikan apresiasi kepada Buflo dan ASPAI yang begitu semangat menghasilkan draf panduan budi daya anggur yang cukup komperhensif.

“Ada beberapa hal yang tadi kita diskusikan yang sifatnya lebih kepada pengayaan dari draf yang sudah dihasilkan dan saya kira ini akan menjadi draf yang sangat baik, komperhensif, dan impelementable di lapangan”.

Menurut Ketua Umum ASPAI Tosan Ajie kegiatan ini suatu pembuktian hahwa “Pengangguran”— sebutan penggemar dunia anggur sudah diakui oleh pemerintah, karena di tengah pemberitaan terkait adanya temuan residu pestisida di atas batas aman.

“SOP yang telah dilakukan ASPAI yang selama ini mengelola Taman Anggur di Istana Wakil Presiden (Wapres) Ma’ruf Amin dan rumah dinas Wapres, produksi buahnya telah lolos uji tim protokoler kepresidenan, sehingga diizinkan untuk dikonsumsi Wakil Presiden saat itu,” ujar Tosan.

Artikel Terbaru

Madu Herbal Rahasia Bugar Setiap Saat

Bagi sebagian besar orang termasuk Dede Rizky Permana, pandemi Covid-19 merupakan masa penuh kecemasan. Meski begitu ada kebiasaan kecil...

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img