Sunday, January 25, 2026

Strategi Menguatkan Jeruk Lokal di Tengah Serbuan Jeruk Impor

Rekomendasi
- Advertisement -

Trubus.id–Data Food and Agriculture Organization (FAO) tahun 2023 mencatat produktivitas buah jeruk di Tiongkok mencapai 19,5 ton per hektare, sementara Indonesia 3,8 ton per hektare. Tingginya produksi itu membuat jeruk asal Tiongkok membanjiri pasar Indonesia, berdampak pada penurunan harga dan permintaan jeruk lokal.

Pakar Buah Tropis IPB University, Prof. Sobir, menjelaskan bahwa jeruk Tiongkok lebih menarik bagi konsumen karena warna yang merata dan kulit yang tebal. 

“Jeruk lokal, khususnya jeruk siam, umumnya berwarna kehijauan dengan kulit tipis yang sulit dikupas. Dari segi rasa, jeruk lokal juga cenderung lebih asam,” ujarnya dilansir pada laman IPB University.

Selain dari segi tampilan dan rasa, harga juga menjadi faktor utama. Jeruk impor lebih murah dan tersedia dalam jumlah besar di pasaran, membuat persaingan semakin berat bagi petani lokal.

Menurut Prof. Sobir, petani jeruk Indonesia menghadapi berbagai tantangan, mulai dari serangan penyakit citrus vein phloem degeneration (CVPD), skala usaha yang tidak efisien, kurangnya penerapan praktik terbaik, hingga kualitas benih yang belum optimal. 

Untuk mengatasi permasalahan itu, ia menyarankan agar pemerintah memperketat karantina terhadap jeruk impor yang mutunya kurang baik serta memberikan pendampingan kepada petani dalam budidaya jeruk yang berkualitas.

Lebih lanjut, Prof. Sobir menekankan pentingnya sinergi antara petani, pemerintah, dan industri dalam meningkatkan daya saing jeruk lokal. “Pemerintah perlu membina petani, memastikan ketersediaan bibit berkualitas, menyediakan teknologi budidaya berbasis agroklimat spesifik, serta membangun kelembagaan yang kuat,” tegasnya.

Ke depan, pengembangan industri jeruk nasional perlu diarahkan pada peningkatan best practices sesuai agroklimat, pengembangan varietas unggul baru, serta pengendalian hama terpadu.

Selain itu, sistem penanganan pascapanen dan rantai pasokan yang efisien juga harus menjadi agenda utama agar petani jeruk Indonesia bisa lebih berdaya saing.

Artikel Terbaru

Madu Herbal Rahasia Bugar Setiap Saat

Bagi sebagian besar orang termasuk Dede Rizky Permana, pandemi Covid-19 merupakan masa penuh kecemasan. Meski begitu ada kebiasaan kecil...

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img