Budidaya Jamur Ling Zhi: Potensi Bisnis dan Agroeduwisata

Rekomendasi

Trubus.id–Menurut Jamaludin Nur Ridho petani jamur asal Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), jamur ling zhi memiliki nilai jual yang tinggi dan budi daya yang praktis. Ia menanam jamur ling zhi di dalam kumbung seluas 500 m2.

Ia  menggunakan rak berupa baja ringan. Dalam kumbung jamur itu terdapat 15.000—20.000 baglog. Jamal membutuhkan waktu selama 3—4 bulan untuk memanen jamur ling zhi.

Ia menggunakan sistem tanam bergilir supaya setiap bulan terdapat pemanenan. Ia memasukkan 5.000 baglog yang sudah diisi benih ling zhi setiap satu hingga dua bulan. Ganoderma lucidum itu hanya bisa dipanen sekali. 

“Praktis karena hanya sekali panen,” ujar pemilik Cendawan Jamur Farm itu.

Setiap 1.000 baglog mampu menghasilkan 50—60 kg jamur ling zhi segar. Setelah pengeringan memanfaatkan sinar matahari selama sepekan, ia memperoleh 25—30 kg simplisia jamur ling zhi.

Biasanya bobot jamur ling zhi segar menyusut hingga 50%. Kebutuhan jamur lingzhi selalu dicari musababnya dijadikan sebagai obat. 

“Salah satu alasan utama memilih mengembangkan budi dayajamur ling zhi karena kaya khasiat,” ujar pria berumur 23

tahun itu.

Budidaya jamur ling zhi bukanlah bisnis baru bagi Jamaludin Nur Ridho. Usaha ini awalnya merupakan milik orang tuanya yang dirintis sejak 2001. 

Namun, pada 2020, Jamal mulai mengembangkan bisnis tersebut dengan menggabungkannya dengan pembibitan buah, tanaman hias, dan herbal.

Ia menciptakan konsep agroeduwisata, di mana pengunjung tidak hanya membeli produk tetapi juga bisa belajar langsung tentang budidaya jamur ling zhi, pembibitan buah, hingga pembuatan kompos dari limbah baglog jamur. 

“Konsepnya menjadi agroeduwisata,” ujar Jamal, yang juga merupakan peraih Young Ambassador YESS Kementerian Pertanian 2023.

Selain mengembangkan usahanya sendiri, Jamal juga aktif dalam kegiatan pemberdayaan masyarakat. Ia terlibat dalam program di Kampung Nanas Amargo Luwih Jumbo, Desa Barak, Kelurahan Margoluweh, Kecamatan Seyegan, Kabupaten Sleman. 

Hasil kompos dari limbah baglog digunakan sebagai pupuk untuk kebun nanas di daerah tersebut.

Tak berhenti di situ, Jamal berencana mengembangkan berbagai produk olahan dari jamur ling zhi untuk menembus pasar mancanegara.

 Dengan inovasi dan strategi yang terus dikembangkan, Jamal optimistis usahanya dapat semakin berkembang dan memberikan manfaat luas bagi masyarakat.

Pemanenan jamur ling zhi membutuhkan waktu 3—4 bulan pemeliharaan. Kedit : Dok. Jamaludin Nur Ridho

Artikel Terbaru

Apartemen Kepiting, Inovasi Budidaya Kepiting Soka di Lahan Sempit

Trubus.id – Berbekal latar belakang Teknik Elektro, Opi Nopiansah sukses mengelola ribuan boks kepiting soka di laboratorium IPB IPMOS...

More Articles Like This