Saturday, January 24, 2026

Manfaat Tersembunyi Kulit Pisang untuk Kesuburan Tanaman

Rekomendasi
- Advertisement -

Selama ini kulit pisang sering dianggap sebagai limbah dan dibuang begitu saja. Padahal, riset Pemanfaatan Limbah Kulit Pisang untuk menghasilkan Pupuk Organik Cair (POC) tahun 2025 menunjukkan bahwa limbah ini punya potensi besar sebagai bahan pupuk cair dengan unsur hara yang bisa menyuburkan tanaman.

Kulit pisang mengandung kalium, fosfor, magnesium, dan kalsium unsur penting bagi pertumbuhan tanaman dan ketahanan jaringannya. Dalam penelitian Aplikasi POC kulit pisang kepok pada tanaman (Indriyani dkk., 2025) ditemukan bahwa pupuk cair dari kulit pisang kepok berhasil memperbaiki kesuburan tanah dan meningkatkan nutrisi tanah, khususnya kadar N, P, K dan karbon organik.

Proses pembuatannya pun tidak rumit. Dalam penelitian Pengaruh Konsentrasi Pupuk Organik Cair (POC) Kulit Pisang (Pasaribu, 2025), kulit pisang dilayukan dan difermentasi menjadi larutan POC pada berbagai konsentrasi (0 %, 5 %, 10 %, 15 %) dan diuji efektivitasnya terhadap pertumbuhan tanaman dengan media campuran tanah dan cocopeat.

Lebih jauh, studi Pengaruh Penambahan Kulit Pisang terhadap Kandungan N, P, K dan C-Organik POC Tahu (Maulana Habib Wicaksono & Dwi Astuti, 2025) mengungkap bahwa penggunaan kulit pisang dalam fermentasi bersama limbah tahu secara signifikan menaikkan kadar nitrogen, fosfor, dan kalium dalam pupuk cair yang dihasilkan.

Tak hanya kaya unsur hara, pupuk cair dari kulit pisang juga dapat memperbaiki sifat fisik tanah. Sebagaimana dijabarkan dalam penelitian Pemanfaatan Limbah Kulit Pisang sebagai Pupuk Menuju Ekonomi Sirkular (2025), penggunaan POC kulit pisang juga mempengaruhi porositas tanah, kelembapan, dan aktivitas mikroba tanah.

Dengan dosis tepat dan pengolahan yang benar, kulit pisang tidak lagi menjadi sampah tak berguna melainkan sumber pupuk organik cair yang hemat dan ramah lingkungan siap dimanfaatkan petani dan pelaku usaha pertanian kecil.

(Naya Maura Denisa)

Artikel Terbaru

Mengenal Superflu: Benarkah Ini Penyakit Baru?

Belakangan ini istilah "superflu" mendadak ramai dibicarakan. Menurut dosen dari Fakultas Kedokteran, Institut Pertanian Bogor (IPB), Dr. dr. Desdiani,...

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img