Cibungbulang, Bogor — Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Universitas Ibn Khaldun (UIKA) Bogor kembali menggelar kegiatan pendampingan di Sekolah Cendekia BAZNAS (SCB), Desa Cemplang, Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor. Kali ini, pelatihan difokuskan pada penguatan kemampuan santri dan tenaga pendidik dalam memproduksi bibit jamur tiram F0 secara mandiri.
Kegiatan tersebut merupakan salah satu luaran program PKM bertajuk Model Pemberdayaan Ketahanan Pangan dan Kemandirian Ekonomi Berbasis Pesantren melalui Pendekatan Integrated Farming System dan Digital Marketing. Program ini didanai Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM), Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) Republik Indonesia dengan nomor kontrak PM-251110112714.
Program dipimpin oleh dosen Program Studi Manajemen UIKA Bogor, Dr. Popy Novita Pasaribu, S.TP., M.BSys. Anggota tim terdiri atas dosen pembina budidaya jamur, Dr. Hartanti Nugrahaningsih, S.E., M.M. dan Annisyia Zarina Putri, S.Si., M.App.Sc., Ph.D. sebagai dosen pembina sistem bioflok. Kegiatan ini juga melibatkan mahasiswa Magister Manajemen UIKA Bogor yang bertugas sebagai pendamping teknis di lapangan.

Pelatihan produksi bibit jamur tiram F0 ini bertujuan mengatasi persoalan utama yang selama ini dihadapi SCB, yakni ketergantungan pada pasokan bibit dari pihak luar. Padahal, dengan mengelola sekitar 3.000 baglog, SCB mampu menghasilkan hingga 9 kuintal jamur tiram dalam setiap siklus tanam.
Melalui pelatihan tersebut, tim PKM berharap santri mampu memproduksi bibit F0 secara mandiri. Langkah ini diharapkan dapat menekan biaya produksi sekaligus menjamin keberlanjutan usaha budidaya jamur tiram di lingkungan pesantren dalam jangka panjang.
Mengenal Teknik Produksi Bibit Jamur Tiram F0
Kegiatan diawali dengan penyampaian materi mengenai teknik produksi bibit jamur tiram F0. Materi mencakup pengenalan media Potato Dextrose Agar (PDA), prinsip sterilisasi, serta tahapan isolasi dan pemeliharaan kultur murni.
Materi disampaikan oleh praktisi jamur Obay Subarnas, A.Md.Kom., kepada santri dan guru SCB di ruang perpustakaan sekolah. Sesi ini menjadi bekal dasar sebelum peserta mengikuti praktik pembuatan bibit jamur tiram F0.
Praktik Sterilisasi hingga Inokulasi
Setelah sesi teori, kegiatan dilanjutkan dengan praktik yang didampingi dosen dan mahasiswa Magister Manajemen UIKA Bogor. Pada tahap ini, santri mempraktikkan proses sterilisasi alat dan bahan menggunakan panas api, pembungkusan media tanam, hingga teknik inokulasi bibit F0 ke dalam media secara aseptik.Teknik aseptik diterapkan untuk mencegah kontaminasi bakteri maupun jamur liar yang dapat menurunkan kualitas bibit.

Selain mempelajari proses inokulasi, santri juga berlatih menyiapkan media tanam atau baglog menggunakan bahan-bahan yang mudah diperoleh di sekitar lingkungan sekolah. Pelatihan ini dirancang agar dapat diterapkan secara berkelanjutan tanpa bergantung pada peralatan yang mahal. Dengan demikian, santri diharapkan mampu mengulangi seluruh proses produksi bibit jamur tiram F0 secara mandiri.
Mendorong Kemandirian Ekonomi Pesantren
Sekolah Cendekia BAZNAS telah mengembangkan budidaya jamur tiram sebagai salah satu program unggulan kewirausahaan bagi siswa. Hasil panen dipasarkan dalam bentuk jamur segar maupun produk olahan, seperti jamur krispi, melalui kegiatan market day sekolah.
Melalui pelatihan produksi bibit jamur tiram F0 secara mandiri, tim PKM UIKA Bogor berharap SCB mampu memperkuat kemandirian usaha dari hulu hingga hilir. Proses tersebut mencakup produksi bibit, kegiatan budi daya, hingga pengolahan hasil panen menjadi produk bernilai tambah.
Kegiatan ini menjadi bukti nyata sinergi antara perguruan tinggi dan pesantren dalam membangun model ketahanan pangan serta kemandirian ekonomi yang berkelanjutan. Model tersebut juga diharapkan dapat direplikasi di sekolah berasrama lainnya di Indonesia. (Penulis: Tim PKM UIKA Bogor)
