Trubus.id — Harga sejumlah komoditas pangan nasional mengalami penurunan berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional (PIHPS) pada 3 September 2026. Penurunan terjadi pada berbagai jenis beras, bawang, cabai, daging, hingga telur ayam ras.
Harga beras kualitas bawah I tercatat Rp14.700 per kg atau turun 1,01 persen. Beras kualitas bawah II menjadi Rp14.350 per kg, turun 2,05 persen.
Sementara itu, harga beras kualitas medium I turun 1,82 persen menjadi Rp16.200 per kg. Beras kualitas medium II juga melemah 2,45 persen menjadi Rp15.900 per kg.
Beras kualitas super I tercatat Rp17.600 per kg setelah turun 1,4 persen. Adapun beras kualitas super II menjadi Rp16.950 per kg atau turun 2,02 persen.
Penurunan juga terjadi pada bawang merah ukuran sedang yang dibanderol Rp37.050 per kg atau turun 5,36 persen. Harga bawang putih ukuran sedang turun 2,88 persen menjadi Rp38.800 per kg.
Pada kelompok cabai, harga cabai merah besar turun 5,34 persen menjadi Rp47.900 per kg. Cabai merah keriting juga turun 1,68 persen menjadi Rp52.600 per kg, sedangkan cabai rawit hijau turun 5,6 persen menjadi Rp56.500 per kg.
Namun, cabai rawit merah justru mengalami kenaikan harga sebesar 1,45 persen. Komoditas itu tercatat dijual rata-rata Rp77.050 per kg.
Harga daging ayam ras segar turun tipis 0,48 persen menjadi Rp42.100 per kg. Daging sapi kualitas I turun 1,05 persen menjadi Rp152.000 per kg dan daging sapi kualitas II turun 1,16 persen menjadi Rp140.950 per kg.
Komoditas lain yang mengalami penurunan antara lain gula pasir lokal menjadi Rp19.000 per kg, bawang merah Rp20.450 per kg, minyak goreng kemasan bermerek I Rp24.100 per kg, serta telur ayam ras Rp28.800 per kg.
Sementara itu, harga gula pasir kualitas premium tercatat stabil di level Rp20.300 per kg. Minyak goreng kemasan bermerek II menjadi salah satu komoditas yang mengalami kenaikan, yakni 0,21 persen menjadi Rp23.550 per kg.
Data tersebut menunjukkan pergerakan harga pangan yang beragam menjelang awal September 2026, dengan sebagian besar komoditas utama mengalami penurunan, sementara beberapa komoditas seperti cabai rawit merah dan minyak goreng kemasan bermerek II mencatat kenaikan.
