Pengering Surya Hibrida Bantu Petani Temanggung Jaga Mutu Panen

Rekomendasi

TEMANGGUNG, TBS.id – Petani di Desa Wonosari, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, memperoleh bantuan alat pengering surya hibrida kabinet portabel dari Universitas Diponegoro (UNDIP). Teknologi itu membantu petani mengeringkan hasil panen secara higienis sekaligus menjaga mutu dan meningkatkan nilai jual komoditas pertanian.

Penyerahan alat berlangsung pada Selasa, 6 Oktober 2026, di Pendopo Makukuhan, Dusun Dukuh, Desa Wonosari, Temanggung. Program tersebut merupakan bagian dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UNDIP.

Ketua LPPM UNDIP, Prof. Dr. Ing. Ir. Suherman, S.T., M.T., mengatakan, teknologi pengeringan tersebut diharapkan memperkuat ketahanan pangan dan membantu meningkatkan kesejahteraan petani.

Menurut Suherman, alat itu dapat digunakan untuk mengeringkan berbagai komoditas, seperti kopi, jagung, dan hasil pertanian lainnya. Dengan pengeringan yang lebih terkontrol, petani diharapkan dapat mempertahankan kualitas produk dan tidak terburu-buru menjual hasil panen ketika harga sedang rendah.

Saat panen raya, harga komoditas kerap turun akibat pasokan melimpah. Di sisi lain, petani menghadapi keterbatasan penyimpanan karena hasil panen yang belum dikeringkan dengan baik berisiko mengalami penurunan mutu. Teknologi pengeringan diharapkan membantu petani mempertahankan hasil panen hingga kondisi harga lebih baik.

Kombinasi energi surya dan gas

Pengering surya hibrida kabinet portabel memiliki kapasitas 20 rak. Alat itu memanfaatkan energi matahari yang masuk melalui lapisan polikarbonat kabinet untuk membantu proses pengeringan.

Selain energi surya, alat tersebut dilengkapi pemanas inframerah berbahan bakar gas elpiji (LPG). Sistem pemanas cadangan itu dapat digunakan ketika cuaca mendung atau hujan sehingga proses pengeringan tetap dapat berlangsung.

Kombinasi kedua sumber energi tersebut membuat alat lebih fleksibel digunakan untuk mengeringkan berbagai hasil pertanian. Teknologi ini juga diharapkan membantu petani mengurangi ketergantungan terhadap kondisi cuaca selama proses pengeringan.

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kabupaten Temanggung, Manda Kartiko, S.STP., M.Kom., yang mewakili bupati, mengapresiasi inovasi tersebut. Menurutnya, teknologi dari UNDIP dapat membantu masyarakat di wilayah hulu yang menghadapi kendala cuaca dan fluktuasi harga pasar.

Ia berharap pendampingan dan pemantauan berkala terus dilakukan agar pemanfaatan alat dapat berjalan optimal dan berkelanjutan.

Kepala Desa Wonosari, Agus Parmuji, menyatakan kesiapan pemerintah desa dan kelompok tani untuk memaksimalkan penggunaan alat sesuai karakteristik wilayah setempat.

Program tersebut diharapkan meningkatkan produktivitas sekaligus kesejahteraan petani melalui pengelolaan pascapanen yang lebih baik.

Penyerahan alat pengering itu diakhiri dengan demonstrasi teknis pengoperasian oleh tim ahli UNDIP kepada warga dan kelompok tani. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan lokal dan kemitraan antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, serta masyarakat.

Sumber: https://undip.ac.id/post/59676/undip-serahkan-alat-pengering-surya-hibrida-petani-temanggung.html

Artikel Terbaru

Apartemen Kepiting, Inovasi Budidaya Kepiting Soka di Lahan Sempit

Trubus.id – Berbekal latar belakang Teknik Elektro, Opi Nopiansah sukses mengelola ribuan boks kepiting soka di laboratorium IPB IPMOS...

More Articles Like This