Thursday, January 29, 2026

Gudang Obat dalam Seiris Bawang

Rekomendasi
- Advertisement -

Menurut penelitian Dr Victor Gurewich dari Tufts University, Massachusetts, Amerika Serikat, konsumsi satu bawang bombay—terutama jenis putih dan kuning—setiap hari menekan kadar kolesterol dalam darah. “Itu juga sekaligus meningkatkan jumlah HDL (kolesterol baik, red) hingga 30%,” ujarnya dalam sebuah situs dunia maya. Tak hanya itu. Anggota famili Liliaceae itu baik dikonsumsi penderita penyempitan pembuluh darah dan hipertensi. Musababnya, kandungan allicin bawang bombay bersifat antitrombotik. Artinya, ia mencegah terjadinya pembentukan palet-palet darah secara berlebihan. Darah pun mengalir lancar. Menurut dr Setiawan Dalimartha, dokter medis sekaligus herbalis di Jakarta, allicin juga mampu meningkatkan daya tahan dan kekebalan tubuh.

Antiradang

Selain allicin, bawang bombay mengandung serangkaian asam amino, mineral, seperti kalsium, mangan, sodium, dan sulfur, vitamin C dan E, minyak asiri, yaitu sulfur, dan fl avonoid, seperti quercetin. Bersama allicin, sulfur dan quercetin merupakan antioksidan yang bekerja aktif dan efektif sebagai antivirus, bakteri, dan fungi.

Pantas, cipolla—sebutan bawang bombay di Italia—baik meredakan pilek, sakit perut, hingga menurunkan kadar gula dalam darah penderita diabetes dan mencegah kanker. Allyl propyl disulphide (APDS)—salah satu bentuk sulfur— mengeblok pemecahan insulin oleh hati. Sekaligus menstimuli produksi insulin oleh pankreas, meningkatkan jumlah insulin, dan menekan kadar gula dalam darah. Sementara menurut National Cancer Institute, Amerika Serikat, orang yang banyak menyantap bawang bombay memiliki risiko terkena kanker perut lebih rendah 50% ketimbang yang tidak. Mengkonsumsi kerabat bawang putih itu setiap hari pun menekan peluang serangan osteoporosis.

Di Bogor, Jawa Barat, Drs Hendro Soenarjono, terbebas dari hepatitis akut berkat menyantap bawang bombay secara rutin. Radang hati akibat serangan virus itu enyah hanya dalam 7 hari. “Infeksi pada organ hati kerap menjadi penyebab hepatitis. Kondisi ini dinetralisir oleh bawang bombay yang berfungsi s e b a g a I antiradang dan infeksi,” ujar Dr Ali Khomsan, pakar nutrisi dari Jurusan Gizi Masyarakat dan Kesehatan Sumberdaya Keluarga, Fakultas Pertanian, IPB.

Hal senada diungkap R Broto Soedibyo, herbalis di Yogyakarta. Secara umum bawang memperbaiki fungsi hati, antiinfl amasi, dan antiradang. “Itu mesti dibarengi dengan tindakan pencegahan seperti menghindari makanan berlemak agar penyakit tidak kambuh lagi,” lanjutnya. Sementara Dr HC M Yusuf, herbalis di Sukabumi, menyebutkan “gempuran” bawang bombay terhadap penyakit lever bersifat tidak langsung. Cong tou—nama bawang bombay dalam bahasa Mandarin—berperan dalam meningkatkan sistem kekebalan tubuh yang mendukung proses kesembuhan.

Zaman kuno

Bawang bombay pun sudah dimanfaatkan oleh bangsa Mesir dan India sejak 4.000 tahun silam. Konon 9 ton emas dipakai untuk membeli bawang bombay untuk bahan pangan para pekerja pembuat piramida. Maklum “saudara” bawang merah itu dipercaya sebagai sumber energi. Itu juga yang menyelamatkan penjelajah asal Perancis, Pere Marquette, dari musibah kelaparan pada 1624. Bawang bombay liar yang ia temukan di sebuah tempat yang sekarang menjadi Chicago menjadi penyambung nyawa.

Hippocrates—tabib zaman Yunani kuno—mencatat dungari— bawang bombay dalam bahasa Yunani—sebagai diuretik, obat radang paru-paru, dan penyembuh luka. Pada perang dunia ke-2, tentara Rusia mengompres luka menggunakan bawang bombay karena zat antiseptik-nya. Mengkonsumsi bawang bombay setiap hari mencegah rambut rontok. Malah disebut-sebut juga sebagai obat greng. Campuran sari bawang bombay dengan 2 sendok teh madu merupakan obat batuk manjur. Sementara 1 sendok teh sari bawang bombay ditambah 1 sendok teh cuka dibalurkan ke kulit menjadi obat lebam. Bila cuka diganti dengan garam, bisa dipakai mengobati kutil.

Konon, dengan meletakkan seiris bawang bombay di bawah bantal, tidur bakal lebih nyenyak. Irisan segar itu pun bagus untuk mengatasi bengkak akibat sengatan lebah. Namun, hati-hati penderita maag sebaiknya menghindari memakan bawang bombay berlebihan. Sebab, hua hom—sebutan di Thailand—menyebabkan iritasi lambung. Pada ibu menyusui bisa membuat bayinya murus-murus. (Hanni Sofi a dan Evy Syariefa)

 

 

Artikel Terbaru

Rahasia Kecepatan Tumbuh Lele: Genetik, Pakan, dan Kepadatan Tebar

Kecepatan pertumbuhan lele sangat dipengaruhi faktor genetik dan pemilihan strain. Penelitian lapangan dan uji laboratorium menunjukkan bahwa varietas komersial...

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img