Monday, June 15, 2026

Jumbo dan Merah, Delima Kalifornia

Rekomendasi

Saat itu hari ke-3 pameran pertanian di Suan Luang, Bangkok, Thailand. Dari kira-kira 300 stan yang ada, satu stan tanaman buah menarik perhatian wartawan Trubus, Andretha Helmina. Di bagian depan stan, sebuah delima ukuran jumbo dipajang dengan posisi terbelah. Daging buah berwarna merah terlihat menggiurkan.

Ukuran jumbo terlihat dari foto yang dipajang di depan stan. Foto itu memperlihatkan delima dalam genggaman anak umur 7 tahun. Ukurannya 1,5 kali lebih besar daripada delima yang dijajakan di pasar buah Chatucak. Bobot delima jumbo itu 400-500 g. Sayang, Trubus tak bisa mencicipi karena pomegranate jumbo itu dipajang sebagai contoh buah dari bibit yang dijajakan si pemilik stan.

Dari penampilannya, Trubus menduga itu jenis yang sama dengan varietas wonderful. Dagingnya merah dan berukuran jumbo. Warna kulit merah menyala juga mempertegas kesamaan dengan varietas asal Kalifornia itu. Delima yang lazim ditemui rata-rata berkulit kuning kemerahan atau jingga.

Berbeda

Untuk meyakinkan, Trubus langsung mengkonfirmasikan pada pakar buah di Thailand, Montri Wongrakpanich. ‘Di Thailand, delima yang banyak ditanam berdaging buah merah muda,’ kata direktur Department of Agricultural Extension itu. Salah satu sentranya di Pachong. Delima berbobot maksimal 300 g itu memiliki biji lembut sehingga mudah dimakan atau dibuat jus. Anggota famili Lythraceae itu dipilih pekebun lantaran adaptif di daerah berketinggian 300 m dpl dan beriklim tropis seperti Pachong.

Di pasaran, delima-delima impor dari China, India, dan Turki juga sering dijumpai. Ukurannya lebih besar dan berdaging merah. Belakangan seorang pekebun di Maesod, barat daya Thailand mencoba mengembangkan delima serupa. ‘Kemungkinan, bibit delima jumbo yang dijual di Suan Luang itu dari Maesod,’ kata Dr Nuengpanich Sinchaisir. Namun, panen dari kebun seluas 5 hektar itu belum banyak dijumpai di pasaran. Si pemilik rupanya masih berorientasi menjual bibit.

Soal kemiripannya dengan delima kalifornia, Neung memastikan varietas yang ditanam di Maesod berbeda. Tub tim-sebutan delima di Thailand-dari Maesod memang berdaging merah, tapi bukan merah tua seperti delima kalifornia. Entomolog itu yakin benar karena pernah membawa sendiri delima kalifornia dari tempat asal 4 tahun silam. Bobot delima kalifornia berkisar 400-500 g, sama dengan yang ditanam di Maesod. Namun, warna kulit delima kalifornia lebih gelap. ‘Rasa delima kalifornia lebih manis daripada delima Maesod,’ tutur Neung.

Subtropis

Delima kalifornia hanya adaptif di iklim subtropis. Terbukti, bibit yang ditanam Nueng 4 tahun silam di Bangkok gagal berkembang. Tanaman tumbuh sangat lambat dan enggan berbuah. ‘Iklim tropis di Bangkok ternyata tidak sesuai untuk delima yang adaptif iklim subtropis,’ papar pengasuh konsultasi pertanian di majalah Kehankaset dan radio pertanian Thailand itu.

Deskripsi Nueng sama persis dengan delima merah yang dicicipi Dr Ir Reza Tirtawinata MS. Dalam perjalanan dari Los Angeles ke San Diego pada 1997, delima merah lokal dijajakan di pasar swalayan. ‘Rasanya asam manis, daging buah tebal, warna kulit dan daging buahnya merah tua,’ papar pakar buah di Bogor itu.

Peneliti yang sering melakukan eksplorasi buah itu mengaku belum pernah menemukan delima serupa di tanahair. Sepengetahuan Reza, hanya tiga delima yang tumbuh di Nusantara yaitu delima putih, merah, dan hitam. Dari ketiganya, tak ada yang berdaging merah tua.

Bobot rata-rata delima lokal kurang dari 250 g. Penanamannya di pekarangan rumah. Itu yang Trubus lihat di salah satu desa di Cilegon, Banten. ‘Di sini, delima belum dikembangkan. Hanya sebagai tanaman buah hias saja,’ tutur doktor dari Institut Pertanian Bogor itu.

Olahan

Kondisi berbeda di Kalifornia. Di salah satu negara bagian Amerika Serikat itu, wonderful adalah varietas yang paling populer. Varietas itu mulai dikembangkan sejak 1896. Daerah San Jaoaquin Valley salah satu sentra tanaman asli Timur Tengah itu. Warna kulit varietas wonderful ternyata bervariasi. Mulai dari merah pucat, merah dengan paduan merah muda sampai merah tua. Namun yang pasti, daging buahnya yang merah tua, manis, segar, dan lezat.

Sejak 2001, di negara bagian pimpinan Arnold Schwazeneger itu delima populer dikonsumsi dalam bentuk jus. POMWonderful, salah satu perusahaan yang mengebunkan delima wonderful mengolahnya jadi beraneka produk. Olahannya berupa jus, teh, dan sirup delima. Ada pula yang disulap jadi tablet delima.

Penelitian dari Universitas Mahidol, Thailand, menyatakan jus delima adalah jus terbaik karena kandungan antioksidannya tinggi. Jarupan Thongtham-peneliti dari The Royal Project dan Universitas Kasetsart, Thailand-mengamini. Ia menyatakan delima sebagai buah berdaging merah terbaik dengan kandungan nutrisi tinggi.

Dengan kehadiran produk-produk olahannya, banyak orang bisa menikmati khasiat delima. Tak perlu repot memisahkan daging dari biji, tinggal minum jus, sirup, atau tehnya.(Nesia Artdiyasa/Peliput:Andretha Helmina)

 


Artikel Terbaru

Sorgum Naik Kelas! Dari Pangan Tahan Iklim ke Industri Bernilai Tinggi

Apakah benar sorgum adalah tanaman masa depan yang menjanjikan, atau justru hanya tren komoditas pertanian yang akan hilang dalam...

More Articles Like This